Follow detikFinance
Rabu, 10 Jan 2018 09:05 WIB

Selain Bank, Ratu Prabu Juga Gandeng Kontraktor China Bangun LRT

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra Foto: Ardan Adhi Chandra
Jakarta - PT Ratu Prabu mengajukan proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) tambahan di Jabodetabek sepanjang 400 km dengan taksiran nilai mencapai Rp 405 triliun. Perusahaan bahkan berniat untuk menggandeng perusahaan besar asal China untuk membangunnya.

Presiden Direktur Ratu Prabu B Bur Maras mengatakan, untuk membangun proyek tersebut nantinya pihaknya akan membentuk konsorsium. Dalam perusahaan patungan tersebut dia akan mengajak China Railway Construction Corporation sebagai kontraktornya yang juga menggarap proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

"Nanti yang bangun China Railway Construction Corporation. Iya, itu dia yang menggarap proyek Kereta Cepat," tuturnya di Gedung Ratu Prabu 1, Jakarta, Selasa (9/1/2018)


Tidak hanya itu, Ratu Prabu juga akan mengikut sertakan Bechtel Corporation, salah satu grup perusahaan konstruksi dan pengerjaan sipil asal Amerika Serikat (AS). Perusahaan itu juga yang telah ditunjuk menjadi konsultan untuk membuat kajian proyek tersebut.

"Nantinya Bechtel akan jadi operator, tapi sementara, sambil kita belajar. Nanti konsorsium juga kita akan ajak BUMN," tambahnya.

Proyek ini akan terbagi dalam 3 fase. Rencanya fase pertama akan dimulai pada 2020 dengan lama pengerjaan 3 tahun. Namun, itu pun jika pihaknya sudah mendapatkan izin dari pemerintah.

"Kita sih targetnya 1,5 tahun dari sekarang bisa dimulai pengerjaannya," kata Bur.


Sementara untuk pendanaan pihaknya sudah mengajukan proposal pendanaan dari Korea Selatan, Jepang dan China. Dari ketiga perbankan tersebut, yang berasal dari China yang telah menyatakan siap.

Bur Maras mengatakan, sumber dana dari China itru berasal dari salah satu bank ekspor impor China. Bahkan bank tersebut katanya rela memberikan pendanaan tanpa mempersyaratkan ekuitas dari perseroan.

Menurut laporan keuangan ARTi kuartal III-2017, perseroan memiliki total ekuitas hanya sebesar Rp 1,737 triliun dengan total liabilitas sebesar Rp 798,7 miliar.

"Kalau exim bank pinjamkan uang dia tak memerlukan equity itu capital dari saya. Jadi no capital. Semua pinjaman 100%," tegasnya.

Bahkan Eximbank asal China itu kata Bur Maras bisa memberikan pinjaman tersebut dengan bunga hanya 2-4%. Hal itu lantaran sifat pinjamannya soft loan. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed