Follow detikFinance
Rabu 10 Jan 2018, 15:23 WIB

Rini: Pinjaman China Kereta Cepat JKT-BDG Cair 10 Hari Lagi

Muhammad Fida - detikFinance
Rini: Pinjaman China Kereta Cepat JKT-BDG Cair 10 Hari Lagi Foto: Erwin Dariyanto
Jakarta - Menteri BUMN RiniSoemarno mengatakan, pinjaman dana dari China terkait pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung segera cair dalam waktu 10 hari ke depan. Hal itu dia jamin lantaran pembebasan lahan yang disyaratkan oleh China Development Bank (CDB) telah dipenuhi, menyusul rampungnya pembebasan lahan di daerah Halim Perdana Kusumah.

"Kemungkinan kalau sekarang karena kita menunggu sampai pembebasan lahan Halim. Jadi sudah selesai. Insya Allah kita bisa narik dalam 10 harikedepan," katanya saat ditemui di Balai Kota,Jakarta, Rabu (10/1/2018).Rini mengakui, pembebasan lahan menjadi momok yang selama ini membuat proyek ini terkesan lambat untuk dieksekusi. Dia bilang, pembebasan lahan butuh proses yang lama sama seperti pembangunan infrastruktur lainnya seperti jalan tol.
"Jadi negosiasinya demikianlah. Tapi Alhamdulillah sekarang sudah hampir terselesaikan semua. Terutama saya sangat senang yang di Halim karena ini yang paling sulit itu sudah terselesaikan. Jadi Mulai Minggu depan pembangunan yang di Halim pun mulai jalan," tutur Rini.

Mantan Presiden Direktur Astra Internasional ini mengakui perkembangan atau progres pembangunan mega proyek transportasi antar kota tersebut cukup lambat. Namun dia memastikan, progres di lapangan saat ini terus berjalan dan tengah dalam pembangunan sejumlah terowongan yang akan dilewati oleh kereta cepat ini nanti.
"Pembangunan tunnel itu sudah mulai di empat titik. Sebentar lagi titik kelima yang sebetulnya paling utama. Karena ini tunnel yang paling sulit. Karena itu lama, 26 bulan. Karena itu, tunnel ini harus dimulai dulu sehingga yang lain jadi cepat. Nah tunnel ini adalah yang di Halim. Di Halim pembebasan lahannya baru selsai. Baru Minggu lalu selesai. Pembayaran terkahir kepada warga. Jadi total sudah ada 5 tunnel yang akan dibangun pada saat yang sama," tukasnya.
Sebagai informasi, pencairan pinjaman tahap pertama proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sampai saat ini belum kunjung cair. Sebelumnya diketahui, ada persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu pembebasan lahan hingga 53%.
Jika persyaratan tersebut sudah dipenuhi, maka pinjaman tahap pertama dari China Development Bank (CDB) bisa cair. Adapun dari total pinjaman proyek sebesar US$ 5,9 miliar, US$ 1 miliar di antaranya merupakan komitmen pencairan pinjaman tahap pertama dari CDB.
Proyek ini sendiri dikerjakan oleh High Speed Railway Contractor Consortium, gabungan 7 kontraktor yang mengerjakan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142,3 kilometer bersama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) sebagai pengembang proyek.
Mayoritas pembiayaan proyek akan didanai lewat pinjaman dari CDB, sementara empat BUMN Indonesia dilibatkan dalam pembebasan lahan proyek. Keempat BUMN itu tergabung dalam konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang terdiri dari PT WIKA, PT Kereta Api Indonesia, PT Perkebunan Nusantara VIII, dan PT Jasa Marga.


(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed