"Persiapan untuk operasional sudah dimulai dari sekarang. Kita sudah menunjuk konsultan integriter yang akan mengintegrasikan semua fungsi-fungsi yang sangat penting. Apalagi ini merupakan suatu fasilitas yang baru di Indonesia, saya minta semua stakeholder proaktif karena LRT Palembang ini akan menjadi contoh," kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat meninjau LRT Zona V di Jakabaring Palembang, Senin (22/1/2018).
Sebelum kereta cepat ini beroperasi di tengah kota dan menembus kemacetan kota Palembang, Budi Karya minta pemerintah daerah (Pemda) untuk memberikan dukungan penuh. Bahkan dirinya membantah jika LRT Palembang dibangun hanya untuk menyambut atlet dan official saat Asian Games saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, dengan dioperasikannya LRT Palembang ini nantinya, Budi Karya berharap ada perubahan pola hidup yang mendasar dari kebiasaan masyarakat dalam menggunakan transportasi massal. Termasuk bagaimana Pemda dapat memberikan manfaat kepada masyarakat dan tidak hanya berpatokan pada keuntungan semata.
Sementara Kepala Proyek LRT Palembang, Masudi Jauhari mengatakan progres keseluruhan pembangunan sampai saat ini telah mencapai 83%. Sedangkan untuk rel atau trek sendiri telah rampung 80% dan siap untuk dilakukan uji coba pada Maret mendatang.
"Kalau progres keseluruhan sudah mencapai 83 persen dan semua stasiun yang sudah beratap itu sudah dipasang eskalator, hanya tinggal stasiun Telkom dan Asrama Haji saja yang belum. Trek sendiri sudah 80 persen atau sekitar 37 kilo yang sudah terpasang, tinggal sedikit lagi lah," kata Masudi. (eds/eds)











































