Pertama, MRT Jakarta yang dianggap memiliki budaya kerja yang positif diharapkan terus memunculkan budaya positif seperti contoh sederhana pada budaya safety induction sebelum memasuki gedung.
"Kebiasaan menjalankan aturan, kerja sama tim, dan komunikasi yang baik perlu terus dipertahankan," kata Anies, dikutip dari keterangan resmi MRT Jakarta, Jumat (26/1/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kereta yang tepat waktu akan menumbuhkan kebiasaan disiplin dan tepat waktu masyarakat kita, termasuk budaya antre. Teman-teman sekalian patut berbangga akan memulai budaya-budaya tersebut kepada sekitar 174 ribu orang setiap hari," lanjut Anies.
Terakhir, dengan hadirnya MRT Jakarta diharapkan menjadi pelopor ruang interaksi bagi semua lapisan masyarakat. Ruang interaksi sosial ini diperlukan, karena saat ini tanpa disadari, masyarakat Jakarta tidak dalam sistem transportasi yang sama atau tersegregasi sesuai level ekonominya.
"Saya yakin MRT Jakarta akan menjadi ruang interaksi antarwarga," ucapnya.
MRT Jakarta sendiri ditargetkan beroperasi pada Maret 2019 mendatang, dari Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia (HI). MRT Jakarta tahap satu akan melewati 13 stasiun, antara lain Stasiun Lebak Bulus, Stasiun Fatmawati, Stasiun Haji Nawi, Stasiun Blok A, hingga Stasiun Blok M.
Selanjutnya, perjalanan berlanjut hingga Stasiun Sisingamangaraja, Stasiun Senayan, Stasiun Istora, Stasiun Bendungan Hilir, Stasiun Setiabudi, Stasiun Dukuh Atas, dan terakhir di Stasiun Bundaran HI.
Perjalanan menggunakan MRT dari Stasiun Lebak Bulus hingga Stasiun Bundaran HI diperkirakan hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit. (eds/eds)











































