Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 28 Jan 2018 10:58 WIB

Sistem Navigasi di Tiga Bandara Selatan Jawa Dibenahi

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom
Jakarta - Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia akan memaksilmalkan rute penerbangan yang melalui Jawa bagian selatan. Sistem navigasi di beberapa bandara pun akan dibenahi.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Novie Riyanto mengatakan ada tiga bandara yang akan ditingkatkan pelayangan navigasinya. Pertama Bandara Wiriadinata di Tasikmalaya yang akan direnovasi tower dan memperbaiki peralatan navigasinya.

Lalu ada Bandara Wirasaba di Purbalingga akan dilakukan pengembangan bandara baru berkolaborasi dengan TNI AU, Pemda, pengelola bandar udara, dan rencananya akan mulai beroperasi pada Desember 2019.

"Serta Bandara New Yogyakarta International Airport di Kulonprogo. Di Bandara Kulonprogo kami telah mengalokasikan dana senilai Rp 79,6 Miliar untuk investasi pembangunan Tower beserta peralatan fasilitas pendukungnya," terang Novie dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/1/2018).

Langkah strategis lain yang dilakukan AirNav Indonesia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di selatan Jawa adalah dengan membuka rute penerbangan selatan Jawa (Tango One) sejak 12 Oktober 2017 lalu. Menurut Novie rute ini merupakan rute penerbangan domestik pertama yang berbasis satelit.

"Rute Tango One ini adalah rute domestik berbasis performance based navigation (PBN) pertama di Indonesia. Selama ini, rute berbasis PBN baru mencakup rute internasional saja. Dengan menggunakan satelit sebagai basis utama navigasi, pengaturan lalu lintas penerbangan akan menjadi lebih presisi dan akurat," paparnya.

Menurut Novie rute selatan Jawa ini perlu dibuat karena penerbangan di sisi utara pulau Jawa merupakan rute penerbangan domestik terpadat di Indonesia. Kurang lebih sebanyak 4.000 penerbangan setiap bulannya melintasi jalur utara pulau Jawa ini.

"Selama ini rute penerbangan W45, yakni rute yang melayani penerbangan di sepanjang bagian utara pulau Jawa, seperti jalur penerbangan Jakarta-Surabaya-Bali misalnya yang dilayani melalui rute ini, menjadi rute yang sangat padat. Dan menjadi tugas kami AirNav Indonesia untuk mengawal keselamatan penerbangan dengan meningkatkan kapasitas ruang udara dan efisiensi penerbangan, melalui optimalisasi alternatif jalur lain, yakni jalur selatan Jawa," tambahnya.

Melalui konsep flexible used of airspace (FUA) akan membagi penggunaan ruang udara untuk kepentingan sipil dan militer, jalur selatan Jawa mulai akan dikembangkan untuk penerbangan komersil. Pihaknya juga akan membentuk berkolaborasi antara sipil dengan militer untuk bisa memaksimalkan penggunaan ruang udara di selatan Jawa ini.

Nantinya penerbangan sipil menggunakan jalur ini sejak pukul 14:00 – 06:00 waktu setempat, sedangkan penerbangan militer akan menggunakan pada pukul 06:00 – 14:00 waktu setempat. Menurut Novie, meski telah diatur waktu penggunaannya, militer tetap dapat menggunakan rute tersebut secara fleksibel.

"Jika militer akan menggunakan jalur ini di luar waktu yang telah ditentukan, maka militer akan menginfokan kami dan kami akan menutup sementara penggunaan jalur ini demi kepentingan militer. Tetapi jika militer tidak memiliki aktivitas pada waktu tersebut, maka penggunaan jalur selatan Jawa dapat kami maksimalkan untuk penerbangan sipil," tukasnya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com