Follow detikFinance
Senin, 29 Jan 2018 16:41 WIB

RI Dilanda Gempa, Bagaimana Kekuatan Tol Atas Laut di Bali?

Dana Aditiasari - detikFinance
Foto: Istimewa/Jasamarga Bali Tol Foto: Istimewa/Jasamarga Bali Tol
Jakarta - Gempa mengguncang wilayah barat Pulau Jawa yang getarannya terasa hingga Jakarta pekan lalu. Gempa harusnya bukan hal yang aneh terjadi di Indonesia mengingat wilayah Indonesia masuk dalam cincin api atau ring of fire.

Dengan kondisi tersebut, bagaimana ketahanan infrastruktur RI terhadap gempa?

RI Sering Dilanda Gempa, Bagaimana Kekuatan Tol Atas Laut di Bali?Foto: Istimewa/Jasamarga Bali Tol

Salah satu infrastruktur yang mendapat perhatian adalah jalan tol Bali Mandara yang hampir 100% strukturnya merupakan jalan layang yang membentang di atas laut.

Direktur Utama PT Jasamarga Bali Tol, Akhmad Tito Karim, berani menjamin jalan tol yang dikelolanya tahan terhadap gempa.

[Gambas:Video 20detik]


"Dalam desainnya, jalan tol ini tahan terhadap gempa 1.000 tahun," kata dia saat berbincang dengan detikFinance, akhir pekan lalu.

Ia menjelaskan, tahan gempa 1.000 tahun tersebut artinya tahan terhadap guncangan gempa dengan kekuatan gempa paling tinggi dalam siklus 1.000 tahunan.

"Gempa itu kan ada siklusnya. Dalam penelitian itu kita hitung, dalam siklus 1.000 tahun, berapa kekuatan guncangan gempa paling tinggi. Nah desain kita kuat terhadap guncangan tersebut," jelas dia.


Hal tersebut sepertinya tidak berlebihan. Mengutip data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ada sedikitnya 247 kali gempa sepanjang tahun 2016 dan 217 kali gempa sepanjang 2015 yang getarannya terasa hingga ke Bali.

Meski demikian, konstruksi jalan tol Bali Mandara terpantau masih kokoh hingga hari ini. Tito menjelaskan, kunci dari ketahanan konstruksi jalan tol tersebut adalah pada pemilihan material beton sebagai penopang jalan tol secara keseluruhan.

"Selain menggunakan material beton seperti yang digunakan pada umumnya, kami juga mencampurkan fly ash atau abu batu bara. Jadi struktur betonnya lebih rapat," sebut dia.

Dengan struktur beton yang lebih rapat, air laut tidak bisa meresap ke dalam lapisan beton sehingga menghindarkan potensi korosi atau kerusakan akibat karat pada struktur baja di dalam beton.

Selain itu, konstruksi tiang penopang struktur layang jalan tol ini juga dilengkapi struktur beton tambahan yang berfungsi seperti ikat pinggang. Struktur tambahan ini berfungsi menyatukan beberapa tiang dalam satu pilar untuk meredam dampak getaran yang terjadi pada pilar.

Jalan tol Bali Mandara resmi beroperasi pada 23 September 2013 setelah diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Nama Mandara sendiri diberikan Presiden SBY yang memiliki arti aman, tentram dan sejahtera.

Memiliki panjang 12,7 km, jalan tol Bali Mandara menghubungkan antara Benoa, Ngurah Rai Tuban, dan Nusa Dua. Jalan tol ini tak hanya bisa dilalui mobil atau kendaraan roda empat tetapi juga sepeda motor. (dna/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed