Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Diprediksi Rampung 5 Tahun Lagi

Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Diprediksi Rampung 5 Tahun Lagi

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 30 Jan 2018 17:07 WIB
Proyek Kereta Cepat JKT-BDG Diprediksi Rampung 5 Tahun Lagi
Foto: Ardan Ahid Chandra
Jakarta - Perkembangan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang telah groundbreaking dianggap masih belum menunjukkan progres yang signifikan. Dari panjang jalur kereta 143 km, saat ini perkembangan masih pada pembebasan lahan yang baru mencapai hampir 60%.

Pengamat transportasi, Djoko Setijowarno mengatakan hal tersebut sudah bisa diprediksi saat proyek ini dimulai sejak dua tahun yang lalu. Selain karena proyek ini juga tak masuk dalam rencana panjang jangka menengah nasional (RPJMN) 2015-2019, mega proyek bernilai puluhan triliun ini juga masih menemui sejumlah kendala.



SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebenarnya kalau kita membuka RPJMN itu, memang enggak ada kereta cepat Jakarta-Bandung. Saya juga heran kenapa tiba-tiba Pak Presiden langsung mengutamakan itu. Kita juga sudah berikan masukan mengenai hal itu, dan nampaknya sudah terbukti dua tahun ini enggak banyak berubah. Ada kendala mungkin," katanya kepada detikFinance saat dihubungi, Selasa (30/1/2018).

Menurutnya, proyek ini memang cukup baik sebagai terobosan pada moda transportasi modern di Indonesia. Namun, pendanaan proyek yang murni business to business membuat proyek ini butuh pendalaman kajian bisnis yang cermat agar bisa tetap untung.

"Yang jelas itu kan tanpa APBN. Berarti harus ada investor. Investor juga sudah mikir-mikir, ini memberikan untung atau tidak, demandnya berapa besar. Kalau dia pengen ada properti, kira-kira properti di Walini itu bisa mendukung enggak? Bagaimana perhitungannya kalau itu jadi kota baru. Karena kalau dari penumpang sekarang saja enggak mungkin untunglah," jelasnya.


Dengan perkembangan saat ini, dia pun memprediksi proyek ini tak bakal bisa selesai di 2019 seperti target awal. Jika melihat LRT dan MRT yang dibangun sejak 2015 saja belum bisa rampung sampai saat ini, maka dengan progres saat ini, proyek ini diperkirakan baru rampung setidaknya lima tahun lagi.

"Proyeknya tetap terlaksana tapi mungkin bisa tertunda. Dulu targetnya kan 2019, kayaknya enggak mungkin lagi. Apa lagi ini butuh kehati-hatian tinggi juga. Saya kira paling cepat lima tahun lagi," pungkasnya. (eds/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads