Follow detikFinance
Kamis 08 Feb 2018, 13:13 WIB

Dipimpin Luhut, Ini Hasil Rapat Kereta Cepat JKT-BDG

Hendra Kusuma - detikFinance
Dipimpin Luhut, Ini Hasil Rapat Kereta Cepat JKT-BDG Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan untuk pertama kalinya memimpin rapat koordinasi percepatan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Rapat dimulai pada pukul 09.30 WIB dan selesai pada pukul 11.14 WIB. Hasil dari rapat tersebut, kata Luhut, kesepakatan soal penyelesaian pembebasan lahan, proses perizinan dan pencairan pinjaman.

"Kita rapat pertama mengenai kereta api cepat. Jadi kita bagi tiga masalah. Satu mengenai tanah, dua perizinan dan ketiga financing," kata Luhut di Kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Kamis (8/2/2018).

Mengenai pembebasan tanah, Luhut bilang, pihak PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) berkomitmen untuk merampungkan pada akhir Maret tahun ini, namun khusus yang di Jakarta rampung pada akhir Februari.

"Mengenai tanah sepertinya kami akan bisa selesaikan, tadi semua hadir pokoknya akhir bulan ini, paling lambat awal bulan depan selesai," tambah dia.

Mengenai perizinan, yakni mengenai pemanfaatan ruang udara untuk frekuensi komunikasi pengoperasian kereta cepat Jakarta-Bandung. Penyelesaiannya pun pada akhir Februari.

Sedangkan untuk pendanaan, Luhut menyebutkan, pemerintah melalui Kementerian BUMN masih melihat ulang strukturnya. Namun, diharapkan pencairan pinjaman dari China Development Bank (CDB) bisa terealisasi setelah pembebasan lahan rampung 100%.

"Jadi nanti khusus mengenai ini, minggu depan akan ketemu sekali lagi. Tadi karena pertemuan terpadu, saya sudah bisa lihat picture-nya semua dengan baik," ungkap dia.

Sementara itu, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, pembebasan lahan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung yang sepanjang 142 kilometer (km) sudah berhasil dibebaskan sebesar 54%.

"Sekarang sudah 53 something, 54%, pembebasan lahan sedang berlangsung bisa dipastikan pembebasan lahan bisa diselesaikan pada bulan April," kata Budi.

Budi menjelaskan, dari 54% lahan yang sudah dibebaskan, terdapat beberapa konstruksi yang telah dikerjakan seperti pembuatan terowongan (tunnel).

"Kalau konstruksi masih minor, masih di bawah 10%, konstruksinya seperti land clearing dan tunnel," tambah budi.

Sementara itu, Komisaris PT KCIC Sahala Lumban Gaol mengatakan, dari 54% lahan yang berhasil dibebaskan total yang sudah dimiliki 55 km.

"Tanahnya sudah kita serahkan 55 km kepada kontraktor, 22 km sudah persiapan untuk pembangunan, yang 33 km persiapan land clearing," ucap Sahala.

Dia mengungkapkan, 55 km yang sudah dimiliki ini lokasinya terpisah-pisah.

"55 km itu jadi ini kan total 142 km, ada yang di Halim, ada yang di kilometer berapa-berapa itu bersambung, jadi sepanjang jalan itu ada 55 km yang diserahkan," tutup dia. (eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed