Follow detikFinance
Kamis, 08 Feb 2018 19:07 WIB

Jokowi Basah Kuyup di Tengah Sawah, Ada Apa?

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Danang Sugianto/detikFinance Foto: Danang Sugianto/detikFinance
Tanah Datar - Presiden Joko Widodo kembali mengunjungi lokasi dilaksanakannya program Padat Karya Tunai di Limo Kaum, Tanah Datar, Sumatera Barat. Orang nomor 1 di Indonesia bahkan rela basah kuyup karena hujan-hujanan.

Jokowi sebenarnya di jadwalkan tiba di lokasi sejak siang tadi, namun karena padatnya jadwal kunjungan Presiden di Sumbar, jadwal pun molor. Jokowi baru tiba sekitar pukul 18.45 WIB.

Kedatangan Jokowi pun disambut antusias oleh warga yang sudah menunggu sejak siang tadi. Bahkan mereka sudah rela basah-basahan lantaran lokasi yang sudah diguyur hujan sejak siang tadi hingga Jokowi datang.

Meski begitu, Jokowi tetap turun dari mobilnya. Dengan menggunakan payung hitam dan ditemani Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Jokowi tetap melangkah ke tengah sawah untuk mengecek proyek pembangunan irigasi yang dibalut Program Padat Karya Tunai yang menjadi andalannya.

Setelah puas basah-basahan di tengah sawah, Jokowi sempat menyambangi kerumunan masyarakat yang histeris menyambutnya. Hanya sekitar 30 menit Jokowi di lokasi, setelah itu dia melenggang kembali.

Program Padat Karya Cash di Tanah Datar dilakukan melalui dua skema yakni pembangunan irigasi dan pengembangan infrastruktur sosial ekonomi wilayah (PISEW).

Untuk pembangunan irigasi, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai membangun irigasi melalui program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI). Masyarakat setempat diajak membangun saluran irigasi di kawasan persawahan Pincuran Tujuh seluas 525 hekter (ha).

Saluran irigasi yang dibangun sepanjang 400 meter. Total pekerjanya mencapai 150 orang yang terdiri dari 120 orang laki-laki dan 30 orang perempuan yang semuanya merupakan petani setempat.

Untuk program PISEW dilakukan pembangunan jalan setapak di 2 lokasi yakni, Sitakuak, Nagari Gurun sepanjang 1.060 m dan Piliang, Nagari Kaum Limo sepanjang 500 m. Pembangunan jalan setapak itu guna mendukung perekonomian setempat.

Jumlah pekerja dari masing-masing lokasi tersebut sebanyak 66 orang yang terdiri dari 2 tukang, 1 mandor dan 63 orang pekerja. Mereka semua merupakan masyarakat setempat. Untuk tukang dan mandor diberikan upah Rp 130 ribu per hari, sementara pekerja Rp 110 ribu per hari. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed