Follow detikFinance
Kamis 08 Feb 2018, 20:23 WIB

Presiden Jokowi Gencar Bangun Infrastruktur, Aspalnya dari Sini Lho

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Presiden Jokowi Gencar Bangun Infrastruktur, Aspalnya dari Sini Lho Foto: Selfie Miftahul Jannah
Cilacap - Pemerintah saat ini tengah mengebut pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia. Salah satunya adalah jalan. Untuk mendukung kelancaran pembangunan jalan, ketersediaan aspal menjadi salah satu kuncinya. Tahu kah dari mana sih aspal itu?

Salah satunya ternyata diproduksi di Refinery Unit (RU) IV Cilacap milik PT Pertamina. General Manager RU IV Cilacap PT Pertamina Dadi Sugiana menjelaskan, kilang di Cilacap memproduksi 720.000 ton aspal per tahun.

"Iya aspal juga hanya di Cilacap kapasitas (produksinya) 720.000 ton per tahun," kata dia, di Kampung Laut, Kabupaten Cilacap, Kamis (8/2/2018).

Dirinya menjelaskan, aspal produksi Cilacap ini hanya digunakan untuk proyek-proyek pembangunan terutama infrastruktur di dalam negeri.

"Untuk produksi aspal tidak (ada penambahan produksi) meski sudah ada rencana RDMP, tidak selalu karena kita lebih mempersiapkan produk yang lebih tinggi. Aspal, kita pertahankan untuk kebutuhan Indonesia," kata dia.

Dari total kapasitas produksi sebesar 720.000 ton, nyatanya kebutuhan Indonesia akan penggunaan aspal cukup tinggi. Dadi menjelaskan, Indonesia perlu impor aspal, karena Pertamina hanya memproduksi 720.000 ton per tahunnya.

"Jadi 720 (ribu) lokal dan sebagian sisanya kita impor," ujar dia.

Sebagai informasi mengacu pada program Nawa Cita, selain pembangunan tol dan jalan di daerah berkembang, pemerintah menargetkan akan membangun sekitar 258 km jalan baru di wilayah perbatasan Indonesia. Jalan-jalan di perbatasan yang dibangun ini akan mendukung akses ke wilayah perbatasan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang sudah dibangun.

Rinciannya, menurut data Kementerian PUPR, di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dibangun 104,10 km jalan baru sehingga total akan ada sekitar 25,10 km jalan lagi yang belum tembus dari total panjang jalan perbatasan di NTT sepanjang 176,20 km.

Kemudian, di perbatasan Kalimantan, pemerintah akan membangun di 3 lokasi. Pertama, di Provinsi Kalimantan Barat, dari total panjang jalan 849,8 km, tahun 2017 ditargetkan akan terbangun 81,2 km jalan baru sehingga total yang akan tembus hingga akhir tahun 2017 diharapkan menjadi 742,4 km dan jalan yang belum tembus sepanjang 107,3 km.

Kemudian Provinsi Kalimantan Timur, dari total 243,6 km, akan dibangun jalan baru sepanjang 40 km tahun ini dengan akumulasi hingga akhir tahun jalan yang akan tembus adalah 167,1 km dan jalan yang belum tembus 76,5 km.

Kemudian Provinsi Kalimantan Utara, dari total 826,7 km jalan perbatasan, untuk penanganan tahun 2017 akan dilakukan pembangunan 24,8 km jalan baru, sehingga jalan tembus hingga akhir tahun 2017 menjadi 672,7 km dan yang belum tembus adalah 153,9 km.

Sedangkan di perbatasan Papua, dari total panjang jalan 1.098 km yang akan dibangun, hingga akhir tahun ini ditargetkan bakal tembus 892,3 km dengan jumlah pembangunan jalan baru tahun ini sekitar 8 km. Sehingga masih ada sekitar 205,9 km jalan lagi yang belum tembus di perbatasan Papua. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed