Follow detikFinance
Jumat 09 Feb 2018, 11:28 WIB

Pembebasan Lahan Tol Jakarta-Cikampek Selatan Belum Juga Dimulai

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Pembebasan Lahan Tol Jakarta-Cikampek Selatan Belum Juga Dimulai Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah mendapatkan konsesi ruas tol Jakarta-Cikampek Selatan yang membentang sisi Selatan Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting pada akhir tahun lalu. Namun, sampai saat ini ruas tol yang ditargetkan rampung 2020 itu belum memulai pembebasan lahan.

Corporate Secretary Jasa Marga, Agus Setiawan mengatakan pembebasan lahan belum bisa dimulai lantaran penetapan lokasi belum juga rampung. Penetapan lokasi tersebut nantinya harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari Pemprov Jawa Barat karena jalan bebas hambatan ini berada di dalam wilayah administrasi Provinsi Jawa Barat dengan wilayah Kabupaten/Kota Bekasi, Bogor, Karawang dan Purwakarta.

"Sekarang baru rencana untuk penetapan lokasi dulu. Kalau penetapan lokasi sudah ada, baru mulai pembebasan lahan," katanya di Jakarta, Jumat (9/2/2018).

Jasa Marga sendiri menargetkan penetapan lokasi rampung dalam waktu dekat. Pasalnya pihaknya harus memulai pembebasan lahan menyusul target rampung di tahun 2020.

"Dalam waktu dekat ini lah. Tapi proses pengadaan lahan targetnya tahun ini sudah dimulai," ucapnya.

Seiring dengan target tersebut, konstruksi tol dengan nilai investasi sebesar Rp 13,38 triliun itu diharapkan juga bisa dimulai tahun ini. Untuk itu, lelang kontraktor diperkirakan baru akan dibuka saat pembebasan lahan nantinya sudah mendekati 60%.

"Biasanya kontraktor dilelang kalau pembebasan lahannya sudah sekian persen, 60%. Sebelum akhir tahun ini pokoknya harus sudah mulai (konstruksi) karena pembangunan dua tahun," ungkapnya.

Jika tol ini terbangun, diyakini akan membantu mengurangi kepadatan di jalan tol Jakarta—Cikampek yang eksisting dan memperlancar distribusi barang dan jasa dari dan menuju wilayah industri di Cikarang.

Volume lalu lintas yang ada di jalan tol Jakarta-Cikampek eksisting saat ini diketahui telah melebihi kapasitas jalan, dengan rasio kapasitas jalan dengan volume kendaraan atau V/C tertinggi mencapai 1,51, melebihi rasio maksimal sebesar 0,75 dengan Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) mencapai 590.000 kendaraan setiap harinya.

Rencananya, jalan tol Jakarta-Cikampek II Selatan akan melintasi Kota Bekasi, Kabupaten Bogor, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Purwakarta. Proyek jalan tol ini akan terhubung dengan tol JORR di seksi pertama, dan terkoneksi dengan tol JORR II di seksi II.

Jalan tol ini juga akan memiliki akses ke kawasan industri Delta Mas, dan kawasan industri Karawang. Seksi akhir tol ini juga akan terhubung dengan tol Cipularang. (eds/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed