Follow detikFinance
Senin, 19 Feb 2018 12:01 WIB

MRT Jakarta Aman dari Banjir dan Gempa karena Teknologi Ini

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
MRT Diujicoba di Jepang/Foto: Dok. MRT Jakarta MRT Diujicoba di Jepang/Foto: Dok. MRT Jakarta
Jakarta - Tak lama lagi warga Jakarta bisa merasakan moda transportasi baru yakni mass rapid transit (MRT) yang menembus Lebak Bulus-Bundaran HI, baik melalui jalur layang maupun bawah tanah.

Namun, apakah MRT yang melewati jalur bawah tanah itu aman beroperasi di Indonesia yang notabene kerap dilanda bencana alam seperti gempa dan banjir?

Mengutip dari data resmi PT MRT Jakarta, Senin (19/2/2018), dalam membangun konstruksi bawah tanah diterapkan pelapisan sealer untuk mencegah potensi air masuk celah antarpanel dinding. Sementara di lantai dan stasiun ada water proofing membrane untuk mencegah air masuk ke dalam stasiun, begitu juga dengan sambungan antarsegmen terowongan.


Desain konstruksi stasiun dan jalur bawah tanah untuk memenuhi standar tahan gempa Indonesia. Kemudian entrance gate MRT juga dibuat lebih tinggi dari jalan raya, dengan penutup yang bisa dipasang begitu air mencapai ketinggian tertentu.

Dari sisi keamanan, MRT Jakarta tahan gempa karena dibangun dengan standar konstruksi SNI 2012. Lalu tahan banjir, karena pintu masuk ditinggikan hingga 1,5 meter, menggunakan anti-flood barrier system, sump-pit dengan sistem pompa dan sensor ketinggian air.

Dari segi kenyamanan, kereta MRT Jakarta memiliki stasiun dengan fasilitas yang sangat mendukung. Stasiun akan dilengkapi penyejuk udara, eskalator, elevator, area komersil, fasilitas umum/sosial, WiFi, fasilitas khusus bagi penumpang prioritas (ibu hamil-menyusui/penyandang disabilitas/lansia/anak-anak), hingga sistem tiket terpadu.



Dengan 16 set kereta yang ada (14 beroperasi, 2 cadangan), diperkirakan jumlah penumpang yang akan diangkut bisa mencapai 173.400 orang per hari, dengan waktu tunggu antar kereta atau headway sekitar 5 menit saat jam sibuk.

Kereta MRT Jakarta akan dikendalikan dengan sistem semi otomatis level 2. Dalam hal ini, kereta akan dioperasikan dengan masinis, namun masinis hanya berfungsi mengoperasikan penutupan pintu kereta. Kereta sendiri akan berhenti dan bergerak secara otomatis.

[Gambas:Video 20detik]

(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed