"Kalau pembangunan sih molor. Karena pembebasan lahannya juga lambat. Karena kita baru dapat penlok (penetapan lokasi) pada 31 Oktober 2017, dan sampai sekarang ini kan masih banyak pembebasan lahan yang harus diminta persetujuan dari kementerian Kehutanan," kata Rini di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (19/2/2018).
Rini menjelaskan progres pembangunan kereta cepat yang memiliki panjang 142,3 kilometer (km) ini baru sebesar 54% dengan rincian 55 km sudah diserahkan kepada pihak kontraktor. Di mana, 22 km sudah persiapan tahap pembangunan, 33 km persiapan land clearing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut Rini mengungkapkan, penyelesaian pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung baru bisa dilakukan 32 bulan terhitung pada Februari ini.
"Kita masih sangat berharap. Kan sekarang hitungannya 32 bulan. 32 bulan dari pembangunan kan sekarang sudah mulai land clearing di Halim, jadi moga-moga 32 bulan dari Halim dan bulan ini sudah mulai, jadi di Februari," tutup dia. (zlf/zlf)











































