Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 20 Feb 2018 15:24 WIB

Pekerja Hingga Alat Berat Dievaluasi Terkait Konstruksi Ambruk

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Muhajir Arifin
Jakarta - Tiga kementerian sepakat seluruh pekerjaan konstruksi yang berbentuk konstruksi melayang dihentikan sementara. Sementara dihentikan, akan dilakukan evaluasi. Aspek apa saja yang akan dievaluasi?

"Sementara akan dievaluasi menyeluruh, desainnya, metodologi kerjanya, SOP-nya, SDM-nya (pekerja konstruksinya), peralatannya. akan dievaluasi oleh, ini kami tadi dengan Pak Budi Harto Ketua AKI/Asosiasi Kontraktor Indonesia," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat konferensi di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (20/2/2018).


AKI ditunjuk untuk memimpin sebagai konsultan independen yang mengevaluasi proyek-proyek infrastruktur guna memastikan keselamatan kerja konstruksi.

"Dia akan memimpin konsultan independen untuk evaluasi pekerjaan, desian, metodologi kerja, SOP, SDM, peralatan, termasuk pengawasnya, siap dievaluasi," lanjutnya.

Hadir dalam rapat, Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan sejumlah pajabat eselon satu di masing-masing kementerian serta kontraktor BUMN.


Basuki mengatakan, penghentian sementara atau moratorium ini berlaku secara umum untuk berbagai proyek yang berbentuk melayang. Tidak hanya jalan tol, tetapi juga proyek LRT dan Jembatan.

Basuki juga menyoroti ambruknya tiang girder proyek Tol Becakayu sebagai kecelakaan konstruksi berskala kecil. Namun, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan pihaknya langsung mengambil sejumlah langkah penanganan.

"Sebetulnya kecelakaan pagi ini tidak high-tech amat. Tapi perlu kecermatan kedisiplinan, sehingga kami lihat sementara pekerjaan yang dikerjakan di atas permukaan tanah dihentikan sementara," tandas dia. (dna/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com