Follow detikFinance
Selasa, 20 Feb 2018 20:57 WIB

Pemerintah Ingin 18% Biaya Bangunan Bandara Kertajati dari Pasar Modal

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Mukhlis Dinillah Foto: Mukhlis Dinillah
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan mendorong jumlah pembiayaan pasar modal dalam bentuk Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT) untuk proyek Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati mencapai 18%.

Luhut mengatakan dengan mendorong jumlah RDPT sebanyak 18% hampir senilai Rp 500 miliar itu dinilai bisa mempermudah masalah pendanaan proyek Bandara Kertajati. Nantinya investasi itu akan diisi oleh pihak swasta.

"Dengan begitu pendanaannya jadi tidak ada masalah, dan keinginan presiden supaya swasta masuk ke proyek pemerintah jadi lebih berjalan," katanya usai rapat di Kantornya, Jakarta, Selasa (20/2/2018).

Luhut menambahkan beberapa pihak yang tertarik untuk masuk dalam RDPT tersebut antara lain Dana Reksa, Angkasa Pura II, serta perusahaan asing asal Hongkong yang bergerak di bidang asuransi. Luhut memberi sinyal perusahaan asing tersebut ialah AIA Financial.

"Asing ada insurance dari luar. (AIA?) Kamu yang lebih tau," kata Luhut.

Lebih lanjut Luhut berharap dengan adanya Bandara Kertajati ini bisa mempermudah masyarakat asal Jawa Barat untuk bisa berangkat haji. Selain itu, dengan adanya bandara ini juga diharapkan bisa mendorong kawasan ekonomi terpadu di sekitarnya.

"Itu posisinya sangat strategis, tadi saya bilang speedtrain, kemudian posisi dia kawasan ekonomi terpadu Karawang, Bekasi, Purwakarta, dekat dengan Patimban, dekat Cirebon di samping tol. Jadi sangat strategis jadi saya melihat pengembangan Kertajati itu kedepannya jauh lebih leluasa karena tanahnya lebih leluasa dari Cengkareng," tuturnya.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan atau akrab disapa Aher menambahkan, dengan didorongnya porsi RDPT 18% untuk Bandara Kertajati, maka komposisi sahamnya terdiri dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan inbreng lahan sebesar 60%, AP II sebesar 20%, dan RDPT 18%. Lalu 2% sisanya dimiliki oleh koperasi PNS Jabar dan Jasa Sarana.

Aher pun optimis bahwa Bandara Kertajati sudah bisa mengangkut penerbangan haji masyarakat Jawa Barat pada Juli 2018 ini.

"Iya itu amanat presiden ya, dalam sebuah sambutan dia saat berkunjung ke Jawa Barat, yang menyatakan bahwa akan segera menyelesaikan Bandara Kertajati dan keinginan beliau ingin dipakai untuk haji," tuturnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed