Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 21 Feb 2018 08:03 WIB

Proyek Konstruksi Layang Disetop, Bagaimana Nasib LRT Jakarta?

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Pengawas Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan (Dok. Kemnaker) Foto: Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Pengawas Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan (Dok. Kemnaker)
Jakarta - Pemerintah memutuskan seluruh proyek infrastruktur bersifat layang (elevated) dihentikan sementara. Lalu, bagaimana kelanjutan pekerjaan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Velodrome?

"Jadi memang pekerjaan mulai dari pengangkatan barang, kemudian semua pekerjaan-pekerjaan di bagian atas dihentikan sementara," kata Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro) Satya Heragandhi kepada detikFinance, Selasa (20/2/2018).

Satya mengungkapkan dirinya prihatin atas insiden ambruknya pierhead (kepala tiang) pada proyek Tol Becakayu. Namun begitu, dirinya juga kaget kenapa pemerintah harus menghentikan semua proyek elevated yang ada.

"Jadi begini, posisi kami Jakpro kami berempati terhadap korban dan berharap ini kejadian terakhirnya terjadi, lalu kami juga kaget dengan semua proyek elevated yang dimoratorium," ucapnya.


Dengan adanya dihentikan sementara pekerjaan ini, Satya mengatakan, membuat Jakpro kesulitan untuk bisa menyelesaikan pembangunan LRT Velodrome-Kelapa Gading sebelum pelaksanaan Asian Games 2018.

"Kalau seperti itu, susah bagi kami untuk kejar Asian Games, itu lumayan membuat kami panik. Karena kami ada beberapa pekerjaan yang memang tertinggal, contohnya saat hujan deras semua pekerjaan, utamanya yang di ketinggian itu kami hentikan pekerjaannya. Semua itu demi keamanan," terang Satya.

"Ini semua mempertaruhkan waktu pekerjaan dengan menghentikan pekerjaan itu, tapi mau bagaimana lagi, kita nggak mau mempermasalahkan soal keamanan," tutupnya.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed