Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 21 Feb 2018 18:41 WIB

Proses Lulus Uji Jembatan Holtekamp Sempat Diwarnai Debat

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Wilpret Siagian Foto: Wilpret Siagian
Jakarta - Pekerjaan Jembatan Holtekamp di Papua yang sebelumnya sempat disetop menyusul instruksi penghentian sementara pekerjaan proyek struktur layang kembali dilanjutkan. Pemasangan rangka jembatan sepanjang 732 meter itu dilanjutkan karena sudah dievaluasi dan diuji oleh Komisi Keselamatan Konstruksi dan Komisi Keamanan Jembatan Panjang dan Terowongan Jalan.

Namun ternyata proses evaluasi agar pemasangan rangka baja jembatan layak untuk terus dilanjutkan sempat diwarnai oleh ketegangan dan debat. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Perusahaan PT PP (Persero) Tbk, Nugroho Agung Sanyoto dalam keterangan yang diterima detikFinance, Rabu (21/2/2018).

"Pengalaman ini sungguh memberikan rasa haru dan gembira. Sebuah perjalanan panjang sejak metode khusus ini kita introduksi, banyak challenge yang kita terima. Namun berkat keseriusan dan profesional teman-teman satu demi satu lapisan tantangan tersebut dapat dilampaui," katanya.

"Puncaknya tadi pagi, ketika sidang KKJTJ (komisi keamanan jembatan dan terowongan jalan) yang dipimpin oleh pak Dirjen Bina Marga mengalir dengan sangat tegang, kritis, akademis penuh dengan perdebatan dan diskusi teknikal, serta safety yang sangat tinggi standarnya, untuk kemudian semua pejabat membubuhkan tanda tangan pada BA persetujuan lifting (pengangkatan)," sambungnya.

Adapun pemasangan center span-1 rangka baja jembatan Holtekamp, sudah rampung pada jam 15.00 waktu setempat. Proses lifting Center Span-1 seberat 2.000 ton tersebut selesai dilakukan dengan lancar.

Rekor dunia juga diserahkan oleh MURI kepada Ditjen Bina Marga dan konsortium kontraktor PT PP, Hutama Karya dan Nindya Karya atas pengangkutan fullspan sejauh 3.200 km via laut, dan pengangkatan atau erection struktur jembatan sekaligus seberat 2.000 ton dalam waktu kurang dari 6 jam.

"Semoga catatan Holtekamp dengan teknologi tinggi ini menjadi pustaka dan referensi bagi dunia konstruksi Indonesia khususnya bagi kita semua," tutup Nugraha. (eds/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed