Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 22 Feb 2018 17:44 WIB

Disetop Sementara, Penyelesaian LRT Palembang Ditargetkan Tak Molor

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Raja Adil Siregar Foto: Raja Adil Siregar
Jakarta - Pemerintah memutuskan untuk menghentikan sementara pekerjaan konstruksi melayang (elevated) untuk dievaluasi. Salah satu proyek yang dihentikan ialah kereta ringan atau light rail transit (LRT) Palembang di Sumatera Selatan.

Walau pekerjaannya konstruksinya dihentikan sementara, namun proyek itu tetap ditargetkan bisa beroperasi saat Asian Games 2018 yang akan berlangsung pada Agustus 2018 ini.

Demikian disampaikan dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 dengan tema "Penghentian Sementara Konstruksi Layang", bertempat di Gedung Serba Guna Roeslan Abdul Gani Kemkominfo, Jakarta, Kamis (22/2/2018).

"Apakah ini (penghentian sementara) akan mempengaruhi target pencapaian? kami kira LRT Sumsel untuk pekerjaan layang hampir semua sudah selesai. Progres seluruhnya sudah 86%, di mana pekerjaan layang sudah hampir 100%. Semoga saat Asian games sudah bisa beroperasi," Kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri di Jakarta, Kamis (22/2/2018).

Selain LRT, salah satu proyek infrastruktur Kemenhub lainnya yang juga ikut disetop pekerjaannya ialah double-double track (DDT) atau jalur dwi ganda Jabodetabek.

Zulkifri mengatakan sebetulnya kendala dari proyek DDT ini bukan penyetopan pekerjaan, melainkan masalah pembebasan lahan. Sehingga ketika evaluasi sudah selesai dilakukan, proyek juga akan dikerjakan dengan cepat.

"Untuk DDT sudah terhenti sejak kejadian (kecelakaan). Ini masalah utama yang dihadapi bukan konstruksi, tapi pada pembebasan lahan. Kami sering terkendala ini. Sejak kejadian (kecelakaan) hingga saat ini kami belum bisa bekerja, tentu kami akan bekerja cepat setelah dievaluasi oleh K3 (Komite Keselamatan Konstruksi)," ujarnya.

Lebih lanjut Zulfikri mengatakan penyetopan sementara ini merupakan pertimbangan dari pemerintah untuk bisa memperhatikan masalah keselamatan kerja. Hal ini dinilai tidak akan mengganggu proyek-proyek strategis yang sudah ditargetkan.

Sementara itu Dirjen Bina Konstruksi Kementerian PUPR Syarief Burhanuddin juga menambahkan bahwa penghentian proyek ini tidak akan mengganggu target pemerintah, terutama dalam mendukung gelaran Asian Games yang sebentar lagi dimulai.

"Dengan adanya kebijakan pemerintah mengenai pemberhentian sementara tidak berarti membuat target tidak terlaksana, seluruh pekerjaan strategis nasional bisa jalan. Tidak menyebabkan pemberhentian sementara ini jadi menghambat proyek," tuturnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed