Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 09 Mar 2018 16:30 WIB

Proyek Bandara Kediri Diperkirakan di Bawah Rp 8 T, Tanpa APBN

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Dok. Pribadi Foto: Dok. Pribadi
Jakarta - Direktur Jenderal Perhubungan Udara Agus Santoso mengatakan nilai investasi pembangunan Bandara Kediri diprediksi di bawah Rp 7,5 triliun-Rp 8 triliun. Dia memprediksi besaran investasi tersebut karena lahan yang akan digunakan seluas 450 hektar, atau lebih kecil dari Bandara Kulonprogo yang mencapai 550 hektar.

"Kira-kira sudah tahu, tergantung panjangnya berapa kalau lihat Jogja total Rp 7,5 triliun-Rp 8 triliun, bisa diperkirakanlah (di bawah itu)," kata Agus di kantor Kemenko Kemaritiman, Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Agus menegaskan, Bandara Kediri dibangun tanpa menggunakan dana APBN karena 100% dari pihak investor. Sampai saat ini, PT Gudang Garam Tbk (Persero) menjadi inisiator pembangunan bandara yang berada di tengah-tengah antara Surabaya dengan Trenggalek.

"Nah sekarang ini yang bisa dikerjakan oleh swasta dikerjakan oleh swasta, nanti konsentrasi dari perhubungan udara jadinya ke tempat-tempat terpencil untuk membangun bandar udara di pinggiran sesuai Nawa Cita dari Pak Jokowi, nanti kita gabungkan antara yang dikembangkan oleh swasta dan yang dikembangkan oleh pemerintah bersama-sama yang kan kita rangkai jadi kesatuan untuk memajukan Indonesia," jelas dia.


Proses pembangunan Bandara Kediri masih dalam tahap usulan izin prinsip dari Kementerian Perhubungan. Untuk mendapatkan izin tersebut pihak investor juga telah mengirimkan hasil feasibility study (FS).

Setelah mendapatkan izin prinsip, tahap selanjutnya adalah mengusulkan izin tersebut kepada pemerintah daerah untuk menerbitkan penetapan lokasi (penlok). (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed