Follow detikFinance
Selasa, 13 Mar 2018 14:54 WIB

Butuh Jalur Darurat Cegah Kecelakaan di Tanjakan Emen

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Mukhlis Dinillah Foto: Mukhlis Dinillah
Jakarta - Pembangunan jalur darurat atau jalur penyelamatan (escape road) di Tanjakan Emen, Subang dirasa bisa jadi solusi bagi jalur curam posisi tanjakan yang kerap memakan korban ini.

Jalur darurat yang dimaksud adalah jalur khusus yang sengaja dibuat di sisi kanan atau kiri jalan dengan posisi kemiringan yang berlawanan dengan posisi tanjakan dan dilengkapi dengan lapisan pasir atau material lainnya.

Jalur ini punya fungsi memperlambat laju kendaraan yang melesat karena gagal melakukan pengereman saat menanjak atau menurun. Kendaraan yang punya masalah pengereman pada saat menanjak atau menurun bisa mengarahkan kendaraannya ke jalur darurat ini sehingga bisa berhenti dengan lebih aman.

"Untuk jangka pendek yaitu membangun escape road," kata Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR, Hedy Rahadian kepada detikFinance saat dihubungi Selasa (13/3/2018).


Tanjakan emen sendiri merupakan salah satu jalan di Indonesia yang perlu kewaspadaan tingkat tinggi saat dilewati. Hal ini terbukti dari angka kecelakaan di tanjakan Emen yang sudah menelan korban jiwa lebih dari 50 orang sejak 2004.

"Jalan berbahaya ini maksudnya yang membutuhkan kewaspadaan yang tinggi dalam melaluinya. Misalnya belokan tajam, tanjakan curam, turunan yg tajam, seperti itu yg butuh kehati-hatian dari pengendara jalan," kata Direktur Pengembangan Jaringan Jalan Ditjen Bina Marga Rachman Arief Dienaputra di kesempatan berbeda.

Beberapa jalan yang memerlukan tingkat kewaspadaan yang cukup tinggi di Indonesia, di antaranya jalan Tanjakan Selarong di jalur puncak Bogor. Jalan ini juga memiliki tanjakan dan turunan yang cukup tajam sehingga perlu kesiapan rem kendaraan yang mantap.

Ada pula jalan Lintas Sumatera Besitang yang ada di daerah Langkat. Selain ada tikungan yang cukup tajam, di daerah ini pun rawan perampokan.

"Tikungan cukup tajam di sana. Kita sudah perbaiki dengan melebarkan bahu jalan di sana supaya jarak pandang lebih luas. Karena kan tebing saat pembangunan jalan enggak bisa langsung dibuka semua. Pada saat dana cukup, kita perlebar bahu jalannya supaya pandangan pengemudi cukup lebar lagi," kata Rachman. (eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed