Follow detikFinance
Jumat, 23 Mar 2018 10:40 WIB

Begini Cara Agar Warga DKI Tak Kekurangan Air

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengeluhkan penggunaan air tanah di Jakarta yang sudah berlebihan. Kondisi tersebut sangat membahayakan, karena menyebabkan terjadinya penurunan permukaan tanah dan kualitas air di
Jakarta.

Senada, Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro juga menyebut bahwa Jakarta mulai menghadapi krisis air sehingga butuh perhatian serius.

"Orang masih saja mengira air tersedia di mana-mana dan supply nya banyak. Padahal tidak di Jakarta misalnya, itu gawat sekali sekarang kebutuhan 28 kubik tapi suplainya hanya 18, jadi defisit," kata dia beberapa waktu lalu.


Menanggapi hal tersebut, Presiden Direktur PT Aetra Air Jakarta, Muhamad Selim, menyatakan Aetra sebagai mitra PAM Jaya, siap untuk melayani kebutuhan air bersih di Jakarta. Menurut Selim, saat ini jumlah penduduk Jakarta yang sudah terlayani Aetra mencapai 3 juta pelanggan lebih dan volume air terjual mencapai lebih dari 75,2 m3.

Kelompok konsumennya pun sangat beragam. Mulai dari kelompok bisnis, tempat ibadah, rumah tangga, termasuk penghuni rusun.

Selim menambahkan bahwa suksesnya pelayanan air bersih juga tidak lepas dari peran serta masyarakat, termasuk menjaga lingkungan dan sumber daya air. Dalam konteks itulah, Aetra mengadakan kegiatan peringatan Hari Air Dunia yang diperingati setiap 22 Maret, bersama warga Rusun Marunda Jakarta Utara.

Aetra dan warga rusun melakukan penghijauan di sekitar rusun selain pemeriksaan kesehatan dan aksi donor darah.

Ditempat berbeda, Aetra juga telah memasang kran air siap minum di 5 sekolah dasar dan 2 mesjid di Jakarta. Muhammad Selim menambahkan bahwa untuk meningkatkan pelayanan, Aetra menerapkan sistem suplai air based on pressure.

"Kita perbaiki sistemnya, kita besarin pipanya, sehingga aliran air ke pelanggan menjadi kencang," jelas M. Selim dalam keterangan tertulis Jumat (23/3/2018).

Adanya peningkatan tekanan air juga diakui oleh Iyan (50), penghuni Rusun Marunda Blok D lantai 5. Menurut pria asal Bandung itu, sebelumnya aliran air yang sampai ke tempatnya kecil, tapi sekarang tekanannya sudah cukup tinggi.

"Bagus sih pak sekarang mah kencang. Airnya juga bening pak, baguslah. Tapi tolong dipertahanin jangan sampai kecil lagi. Kan air mah perlu banget pak. Repot kalau kecil harus pakai nampung-nampung segala," kata Iyan.


Pencapaian AETRA dalam kurun waktu 1998 - 2017 cukup mengesankan dan menunjukkan trend peningkatan. Jumlah sambungan meningkat lebih dari 177, 442 pelanggan, volume air terjual meningkat lebih dari 75,2 juta m3, sementara tingkat kehilangan air (non revenue water) menurun 15, 28%.

Untuk nilai investasi, Aetra sudah menggelontorkan anggaran sebesar 1,470 triliun untuk kurun waktu Mei 2008 sampai dengan Februari 2018.

Sementara itu untuk menambah jumlah pelanggan, Aetra meluncurkan program Bacan, Bayar Air Harga Cantik untuk penyambungan instalasi baru. Melalui program ini, biaya penyambungan instalasi baru dapat dicicil pelanggan selama 12 bulan, sebesar 102 ribu rupiah per-bulan. Selama mencicil, pelanggan baru mendapat pasokan air gratis sebanyak 10 m3 per-bulan. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed