Follow detikFinance
Senin, 09 Apr 2018 16:25 WIB

Bandara Baru yang Dibangun Jokowi di Sintang Siap Beroperasi

Muhammad Idris - detikFinance
Bandara Tebelian di Kabupaten Sintang Bandara Tebelian di Kabupaten Sintang
Sintang - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan Bandara Tebelian sudah siap dioperasikan. Bandara yang terletak di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat ini bakal menggantikan Bandar Udara Susilo yang saat ini kondisinya tak bisa dikembangkan lagi.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Agus Santoso, mengatakan perkembangan angkutan udara di wilayah Sintang terus berkembang pesat. Tren pertumbuhan penumpang sekitar 35,13% per tahun, sehingga menjadikannya sebagai salah satu wilayah dengan pertumbuhan angkutan udara yang tinggi di Indonesia.

"Waktu masih dilayani oleh Bandara Susilo, pada tahun 2017 lalu, jumlah penumpangnya sudah mencapai 96.063 orang. Padahal pada tahun 2012 lalu jumlah penumpangnya baru 26.000. Jadi peningkatannya lebih dari 250%. Suatu hal yang luar biasa," ujar Agus dalam keterangan tertulisnya, Minggu (8/4/2018).


Untuk mengantisipasi pertumbuhan tinggi tersebut, Kemenhub bersama pemda setempat memindahkan Bandara Susilo ke Bandara Tebelian. Bandara lama dinggap sudah tidak bisa dikembangkan karena lokasinya yang berada di tengah pemukiman penduduk.

Bandara Baru yang Dibangun Jokowi di Sintang Siap BeroperasiFoto: Dok. Kemenhub


Runway Bandara Susilo tidak bisa diperpanjang karena sudah tidak ada lahan tambahan. Di ujung runway juga terdapat akses jalan kendaraan masyarakat dan aliran sungai.

"Kini Bandara Tebelian sudah siap untuk dioperasikan. Kami telah melakukan pemeriksaan secara intensif terkait dengan standar keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelayanan penerbangannya sesuai peraturan keselamatan penerbangan sipil yang berlaku," jelas Agus.

"Ini merupakan salah satu persembahan kami selaku otoritas penerbangan nasional kepada bangsa dan negara Indonesia dengan mewujudkan Nawacita dari pemerintahan Presiden Joko Widodo," tambahnya.

Bandara Tebelian mempunyai landasan pacu sepanjang 1.660 meter dan lebar 30 meter, atau lebih panjang dibandingkan Bandara Susilo yang landasan pacunya 1300 meter dan lebar 30 meter. Dengan demikian, Bandara baru ini bisa melayani operasional pesawat sekelas ATR 72 dengan lebih maksimal, baik untuk penumpang maupun kargo.


Diharapkan dengan lebih banyaknya pesawat yang bisa mendarat, akan meningkatkan arus penumpang dan barang ke wilayah Sintang dan sekitarnya yaitu Kabupaten Melawi, Sekadau dan Putussibau. Imbasnya, perekonomian dan kesejahteraan masyarakat bisa terdongkrak.

Agus menuturkan, selain untuk meningkatkan perekonomian, keberadaan bandara Tebelian juga untuk mendukung pertahanan dan keamanan negara. Ini karena letaknya yang berbatasan dengan wilayah Serawak di Malaysia dan membuka keterisolasian daerah.

Bandara Tebelian juga diharapkan bisa menjadi embarkasi haji antara bagi umat muslim dari daerah Sintang dan sekitarnya. Sebelum kemudian menuju embarkasi haji terdekat yaitu Balikpapan atau Banjarmasin.

Bandara Baru yang Dibangun Jokowi di Sintang Siap BeroperasiFoto: Dok. Kemenhub


Sementara itu, menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yoshepha Hasnah, Sintang yang merupakan kabupaten terbesar kedua di Kalimantan Barat setelah Kabupaten Ketapang, memang menyimpan potensi perekonomian yang sangat besar terutama dari perkebunan dan pariwisata.

Di Sintang, terdapat 48 perkebunan kelapa sawit dengan jumlah karyawan sekitar 600 orang tiap perusahaan. Selain itu Kabupaten Sintang juga mempunyai banyak obyek wisata yang potensial, di antaranya Hutan Wisata Baning yang terletak ditengah-tengah Kota Sintang, kawasan wisata Bukit Kelam, museum Dara Juanti yang dulunya adalah Istana Kerajaan Sintang, serta museum Kapuas Raya.

"Masyarakat Sintang sudah sangat menantikan Bandara Tebelian yang lebih besar ini. Selain untuk meningkatkan perekonomian, juga bisa mendukung pertahanan dan keamanan negara karena letaknya yang berbatasan dengan wilayah Serawak di Malaysia dan membuka keterisolasian daerah," kata Yoshepa.

"Dari Sintang ke ibukota provinsi yaitu Pontianak kalau menggunakan jalan darat membutuhkan waktu 5-7 jam. Sedangkan kalau menggunakan pesawat hanya 45 menit," ujar Yoshepha lagi.


Menurut Kepala Bandara Susilo Ketut Gunarsa, saat ini sudah ada 4 maskapai yang beroperasi di Bandara Susilo. Yaitu maskapai Garuda Indonesia, Nam Air, dan Wings Air dengan rute penerbangan Pontianak-Sintang pulang pergi satu hari sekali. Serta maskapai Susi Air yang terbang 4 kali dalam seminggu dengan rute penerbangan ketapang-Sintang pulang pergi.

"Ada beberapa maskapai yang ingin menambah frekuensi penerbangan, tapi sementara ini saya tahan dulu karena daya dukung Bandara Susilo yang tidak bisa memenuhinya. Nanti kalau sudah pindah ke Bandara Tebelian, baru bisa ada penambahan frekuensi," ujarnya.

Bandara Tebelian berdiri di lahan seluas 144,07 hektar, sehingga masih bisa dilakukan pengembangan lagi di kemudian hari. Terutama untuk perpanjangan landasan pacu sehingga bisa melayani penerbangan pesawat jet yang lebih besar. (idr/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed