Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 10 Apr 2018 20:00 WIB

Bandara Baru di Samarinda Beroperasi Bulan Depan

Mochammad Prima Fauzi - detikFinance
Foto: Dok Dirjen Udara Kemenhub Foto: Dok Dirjen Udara Kemenhub
Jakarta - Kota Samarinda, Kalimantan Timur dipastikan memiliki bandara baru bernama Aji Pangeran Tumenggung Pranoto. Bandara itu akan menjadi pengganti operasional dari Bandara Temindung yang sudah tak layak digunakan.

Dijelaskan oleh Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Agus Santoso, kepastian bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto tinggal penyempurnaan verifikasi untuk mendapatkan Sertifikat Bandar Udara. Bandara baru tersebut akan beroperasi pada 24 Mei 2018.

Lebih lanjut ia mengatakan, pengoperasian Bandara APT Pranoto ini sangat mendesak untuk pengembangan konektivitas penerbangan di Samarinda. Hal tersebut mengingat Bandara Temindung yang ada saat ini sudah tidak dapat dikembangkan. Landasan tidak bisa diperpanjang karena terletak di tengah permukiman padat kota Samarinda. Selain itu kompleks Bandara Temindung juga menjadi daerah langganan banjir.

"Sebagai ibu kota provinsi yang terus berkembang, Samarinda seharusnya mempunyai bandara yang representatif. Bandara APT Pranoto yang runway-nya berukuran 2.250m x 45 m ini bisa melayani pesawat sekelas Boeing B737 NG atau Airbus A320 sehingga bisa melayani penerbangan jarak dekat dan jauh untuk membangun konektivitas penerbangan," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Selasa (10/4/2018).


Agus menceritakan, pembangunan Bandara APT Pranoto sebelumnya sempat terhenti dan belum memiliki kelengkapan seperti taxiway, appron, runway, pemadam kebakaran, bahkan listrik. Pembangunan baru dilanjutkan pada 2015 mulai dari bangunan sisi udara hingga penyerahan dari Pemda Kaltim ke Ditjen Perhubungan Udara.

"Hal ini sesuai pesan dari Presiden Joko Widodo untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur yang mandeg demi kepentingan masyarakat sekitar. Kami melakukan langkah-langkah finalisasi dan percepatan pengoperasian bandara ini," kata Agus.

Dengan adanya bandara baru tersebut, Kalimantan Timur akan memiliki sumber pendapatan daerah yang menggantikan pertambangan melalui sektor pariwisata. Nantinya para wisatawan bisa mengunjungi tempat-tempat liburan di Kalimantan Timur yang salah satunya adalah Kepulauan Derawan.

"Dulu kita mengandalkan pertambangan namun terbukti sekarang mulai habis. Sekarang kita akan ganti dengan sumber daya tergantikan seperti pariwisata. Bandara ini nantinya bisa mengantarkan wisatawan dari luar negeri ke tempat-tempat wisata eksotik seperti Derawan dan sebagainya," ungkap Kadishub Kaltim, Salman Lumoindong.


Menurut Kepala UPBU Temindung Wahyu Siswoyo penggunaan Bandara APT Paranoto untuk tahap awal akan melayani rute penerbangan yang telah ada selama ini di Bandar Udara Temindung.

"Setelah itu akan kita kembangkan lebih lanjut. Saat ini sudah ada permintaan dari maskapai Garuda, Lion grup dan Sriwijaya grup untuk membuka penerbangan ke Jakarta, Surabaya dan Makassar," pungkasnya.

Adapun spesifikasi dari bandara tersebut antara lain:

- Ukuran Runway: 2.250 m x 45 m, ultimate 2.500 m x 45 m.
- ukuran Apron: 300 m x 123 m, ultimate 600 m x 123 m (73.800 m2)
- Pesawat yang bisa dilayani: Boeing 737-900 ER /Airbus A320
- Luas gedung terminal: 12.700 m2
- Kapasitas penumpang: 1.500.000 pax/ Tahun ultimate 5.000.000 pax/ Tahun
- Kapasitas di jam sibuk: 1.000 pax
- Luas lahan parkir: 30.000 m2 untuk 1.000 mobil (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed