Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 17 Apr 2018 13:27 WIB

Proyek Rel KA ke Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei Dikebut

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Suparno Foto: Suparno
Jakarta - Pembangunan Jalur Kereta Sei Mangkei sepanjang 2,95 Km pada lintas Stasiun Perlanaan ke kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangkei, Simalungun, Sumatera Utara dikebut. Ini ditandai dengan perjanjian kerja sama (PKS) pemanfaatan tanah dan alih status hasil pembangunan prasarana perkeretaapian di kawasan industri antara PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Perkebunan Nusantara III (Persero).

Pemanfaatan yang termasuk dalam ruang lingkup yang dikerja samakan pada PKS, yaitu meliputi penggunaan tanah dan prasarana perkeretaapian, alih status hasil pembangunan prasarana perkeretaapian, pengoperasian dan perawatan prasarana perkeretaapian, pengoperasian, monitoring dan evaluasi serta hal-hal Iain sesuai kesepakatan para pihak yang terlibat dalam PKS.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Zulfikri menjelaskan, pembangunan jalur kereta api (KA) segmen Sei Mangkei-Perlanaan merupakan bagian dari terwujudnya jalur KA yang akan menghubungkan KEK Sei Mangkei menuju Pelabuhan Kuala Tanjung di Medan.


"Adapun maksud dan tujuan ditandatanganinya PKS ini adalah dalam rangka pemanfaatan serta alih status prasarana perkeretaapian yang telah terbangun sehingga dapat dioperasikan untuk mendukung KEK Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara," ujar Zulflkri, di kantor Kementerian Perhubungan, Selasa (17/4/2018).

Pada 2013 -2015 lalu telah dilaksanakan pekerjaan peningkatan jalur KA segmen Perlanaan Gunung Bayu sepanjang kurang lebih 4 Km dan segmen Bandar tinggi Perlanaan sepanjang kurang lebih 15 Km.

Kemudian, pada 2015 2016 lalu dilanjutkan dengan pembangunan segmen Sei Mangkei -Perianaan sepanjang 2,95 km. Sedangkan pembangunan segmen Bandar Tunggi -Kuala Tanjung sepanjang 21,5 Km telah dimulai sejak tahun 2011 lalu.

"Pembangunan ini sempat terhenti di tahun 2016 lalu dikarenakan beberapa kendala teknis di lapangan. Kemudian pada tahun 2017 pembangunan segmen ini dilanjutkan kembali, dan ditargetkan selesai pada tahun 2018," jelas dia.


Zulfikri mengatakan, lamanya waktu pekerjaan, dikarenakan pembangunan yang dilakukan secara terpisah. Nantinya pembangunan alan dibagi ke bagian-bagian yang siap untuk dibangun untuk dikerjakan terlebih dahulu.

"Nantinya apabila segmen Bandar Tinggi, Kuala Tanjung ini sudah siap untuk dioperasikan, maka lintas Sei Mangkei - Perlanaan - Bandar Tunggi - Kuala Tanjung akan terhubung dengan jaiur KA sepanjang 39,5 Km," papar dia.

Sebagai informask KEK Sei Mangkei mulai dibangun sejak tahun 2013 oleh Kementerian Perindustrian. Lokasi proyek tersebut merupakan lahan penguasaan FTP Nusantara III (Persero).

Pembangunan KEK Sei Mangkei dimaksudkan untuk mengakomodir industri industri berbasis sawit Indonesia, guna meningkatkan daya saing industri sawit Indonesia secara Internasional. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed