Hal itu dikatakan Basuki kala menghadiri Simposium Peringatan 60 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang di Tokyo, Jumat kemarin. Basuki hadir bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas, Bambang Brojonegoro mewakili Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Turut serta dalam kunjungan tersebut Utusan Khusus Presiden untuk Jepang Rahmat Gobel, Ketua Tim Ahli Wakil Presiden Sofjan Wanandi dan Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, keterlibatan Jepang juga diharapkan dapat meningkatkan kelayakan investasi jalan tol akses Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Biaya investasi tol sepanjang 40 km ini diperkirakan mencapai Rp 5,35 triliun. Pelabuhan Patimban sangat dibutuhkan untuk mengurangi beban Pelabuhan Tanjung Priok.
Sehari sebelumnya, Menteri Basuki melakukan pertemuan dengan Mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda, Penasihat Khusus Perdana Menteri Jepang Hiroto Izumi dan Direktur JBIC (Japan Bank for International Cooperation) Tadashi Maeda.
Di sela kunjungan, rombongan dari Kementerian PUPR diundang untuk berkunjung ke ruang pamer Toshio Gypsum Co. Lt dan diterima oleh Presiden Direktur Eisaku Sudo. Perusahaan ini telah membangun pabriknya di Indonesia di Deltamas Karawang yang akan diresmikan bulan April 2018 ini. Produk gypsum ini merupakan bahan dinding yang ringan dan kedap suara, diolah dari bahan recycle bekas bangunan.
Usai simposium, dilakukan pertemuan dengan Menteri Tanah, Infrastruktur, Transportasi dan Pariwisata Jepang Keiiichi Ishii. Dalam pertemuan tersebut dibahas rencana groundbreaking Pelabuhan dan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban yang akan dilakukan pada bulan Mei 2018. Menteri Basuki juga menyampaikan keinginannya bekerjasama dalam rehabilitasi bendungan dan jembatan serta pelatihan keamanan, keselamatan, kesehatan dan lingkungan dalam pekerjaan konstruksi. (*) (zlf/zlf)











































