Follow detikFinance
Jumat, 27 Apr 2018 12:41 WIB

Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Jadi Prioritas PUPR di 2018

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Trans Papua/Foto: Dok.Kementerian PUPR Trans Papua/Foto: Dok.Kementerian PUPR
Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan memprioritaskan jalur utama logistik dalam pemeliharan jaringan jalan nasional. Itu dilakukan untuk menjaga kondisi jalan agar bisa dilalui dengan baik.

"Kami akan menjaga kondisi jaringan jalan nasional agar tetap memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. Jalur utama logistik menjadi prioritas," kata Dirjen Bina Marga Arie Setiadi Moerwanto dalam keterangan tertulis, Jumat (27/4/2018).

Dia menjelaskan kegiatan pemeliharaan dilakukan secara rutin, berkala maupun rekonstruksi. Preservasi (pemeliharaan) dilakukan terhadap 46.812 km jalan dan terhadap jembatan sepanjang 495.698 meter. Di tahun ini, Kementerian PUPR mengalokasikan 57% dari Rp 41,6 triliun anggaran di Direktorat Jenderal Bina Marga untuk pemeliharaan jalan dan jembatan.


Arie kembali menjelaskan, pihaknya tak hanya fokus pada pemeliharaan, namun juga pembangunan sejumlah jalan di beberapa wilayah. Direktorat Jenderal Bina Marga akan membangun jalan baru sepanjang 829 km dengan rincian Jalan Ruas Pantai Selatan Jawa, Jalan Perbatasan Kalimantan, Jalan Perbatasan NTT, Jalan Perbatasan Papua serta Jalan Trans Papua.

"Pembangunan jalan baru difokuskan pada jaringan jalan lintas strategis proritas seperti lintas perbatasan, pansela Jawa dan Trans Papua agar dapat tersambung pada akhir 2019," paparnya.

Ada pula pembangunan jalan tol sepanjang total 33 km yang menjadi porsi pemerintah yang berada di ruas tol Cisumdawu Phase II. Kemudian ada Tol Solo - Kertasono, Tol Balikpapan - Samarinda, Dan Tol Manado - Bitung.

Untuk mengurai kepadatan di perkotaan, Ditjen Bina Marga membangun fly over, underpass atau terowongan dengan total panjang 2.420 meter di beberapa titik, di antaranya underpass Katamso di Medan, Fly Over Keramasan di Palembang, Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai di Denpasar.


Sementara pembangunan jembatan tahun 2018 ditargetkan sepanjang 15.372 meter termasuk jembatan gantung yang menghubungkan antar desa. Jembatan Gantung yang akan dibangun diantaranya adalah 4 jembatan Kabupaten Asmat yakni di Kampung Baru Syuru Distrik Agats (72 meter), Kampung Yerfum, Distrik Der Koumor (84 meter), Kampung Hainam, Distrik Pantai Kasuari (120 meter), dan Sawaerma (150 meter).

Agar prioritas pembangunan di 2018 dapat berjalan baik, Arie mengatakan caranya dengan menyederhanakan paket pekerjaan dan kembali melakukan lelang dini supaya anggaran akuntabel, efektif dan efisien. (ega/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed