Menanti Kereta Cepat JKT-BDG di 2021

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 03 Mei 2018 07:30 WIB
Menanti Kereta Cepat JKT-BDG di 2021
Foto: Achmad Dwi Afriyadi

Pencairan utang untuk pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung akan dilakukan secara bertahap. Dalam 3 bulan mendatang, utang yang dicairkan akan mencapai US$ 1 miliar atau setara Rp 13,5 triliun (asumsi kurs US$ 1= Rp 13.500).

Demikian disampaikan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno saat meninjau proyek kereta cepat, di Jakarta, Rabu (2/5/2018).

"Pada dasarnya ini akan terus kita tarik ya. Memang targetnya 2-3 bulan ini kita akan menarik US$ 1 miliar. Tapi bertahap supaya kita jangan belum apa-apa sudah bayar bunga," ujar dia.

Rini menjelaskan, untuk kereta cepat sendiri sudah mendapat pinjaman dari China Development Bank (CDB) dengan nilai US$ 170 juta atau setara dengan Rp 2,8 triliun. Dia mengatakan, utang tersebut digunakan untuk membayar kontraktor.

"Sudah, pinjaman sudah mulai keluar. Tapi kita memang hati-hati betul kalau pinjaman, kita nggak mau narik kalau nggak butuh. Jadi yang kemarin kita pertama tarik US$ 170 juta. Untuk membayar kontraktor, uang muka kontraktor dari China maupun kontraktor Indonesia," jelasnya.

Untuk diketahui, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung memiliki panjang 142,3 km. Kereta cepat ini memiliki 4 stasiun yakni Halim, Karawang, Walini, dan Tegalluar Bandung.

Proyek ini dikembangkan oleh PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) di mana kepemilikan sahamnya ialah 60% PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) dan 40% Beijing Yawan HSR Co.Ltd.