Follow detikFinance
Selasa, 15 Mei 2018 15:32 WIB

Hasil Kerja Sama RI-Jepang, dari Bendungan hingga Tol 78 Km

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Foto: Simposium Kerja Sama RI-Jepang (Dok. Kementerian PUPR) Foto: Simposium Kerja Sama RI-Jepang (Dok. Kementerian PUPR)
Jakarta - Kerja sama Indonesia dengan Jepang tidak hanya memberikan manfaat untuk pembangunan infrastruktur. Kepala Balitbang Kementerian PUPR Danis H. Sumadilaga mengatakan, kerja sama juga memberikan dampak positif untuk peningkatan kemampuan sumber daya manusia Indonesia.

"Kerja sama dalam pembangunan infrastruktur tidak hanya memberi manfaat pada hadirnya infrastruktur fisik semata. Namun juga memberikan manfaat bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia, alih teknologi, dan lahirnya institusi baru," kata Danis dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/4/2018).

Danis mencontohkan, kerja sama pembangunan beberapa bendungan pada 1960-1970 di Jawa Timur. Menurutnya proyek tersebut turut meningkatkan kemampuan insinyur Indonesia serta turut berpengaruh pada lahirnya Perum Jasa Tirta 1 yang mengelola Daerah Aliran Sungai Brantas dan berdirinya PT Indra Karya, BUMN jasa konsultansi bidang sumber daya air.

Beberapa bendungan yang dibangun seperti Bendungan Selorejo (1963-1972), Bendungan Lahor (1972-1977), Bendungan Wlingi (1972-1979), dan Bendungan Karangkates (1975-1977).

Peningkatan sumber daya manusia juga didapat dari pembangunan lainnya seperti Sabo Dam untuk menahan aliran banjir lahar erupsi gunung berapi. Dari kerja sama ini, Danis mengatakan Indonesia telah memiliki ahli sabo yang ditandai dengan dibentuknya balai sabo di Yogyakarta.

"Melalui kerja sama tersebut, Indonesia telah memiliki ahli Sabo dan telah dibentuk Balai Sabo di Yogyakarta sebagai pusat riset dan pengembangan teknologi Sabo," kata Danis.

Hingga kini sudah dibangun 646 bangunan Sabo Dam di Indonesia di antaranya 250 buah di lereng Gunung Merapi dan 92 buah di lereng Gunung Agung.

Kemudian di sektor jalan tol, pembangunan Tol Akses Pelabuhan Tanjung Priok yang telah rampung tahun 2017, Tol Akses Pelabuhan Patimban di Subang, dan Tol Padang-Pekanbaru Seksi II Sicincin-Payakumbuh sepanjang 78 km yang memberikan manfaat dibentuknya training center khusus terowongan.

Seperti diketahui pada ruas tol tersebut terdapat pembangunan lima terowongan dengan total panjang 8,9 km yang menembus Bukit Barisan. Dani mengatakan, Jepang berpengalaman dalam pembangunan terowongan panjang sehingga diharapkan ada alih pengetahuan dan teknologi.

"Kerja sama dalam pembangunan terowongan dengan Jepang dapat dikembangkan lagi misalnya membentuk training center khusus terowongan. Hal ini untuk mengantisipasi kebutuhan pembangunan terowongan di masa depan. Saat ini terowongan belum terlalu banyak," jelasnya.

Ada juga pembangunan Jakarta Sewerage System dengan prioritas pada zona 1 dan zona 6 dari rencana 15 Zona (Zona 0-14). Pada zona 1 di Pluit, IPAL yang dibangun akan memiliki kapasitas 198.000 meter kubik per hari. Sementara zona 6 yang berlokasi di Duri Kosambi dengan kapasitas 282.000 meter kubik per hari. (nwy/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed