Follow detikFinance
Rabu, 23 Mei 2018 17:45 WIB

Pembebasan Lahan untuk Proyek LRT Jabodebek Capai 80%

Hendra Kusuma - detikFinance
Proyek LRT Jabodebek/Foto: Agung Pambudhy Proyek LRT Jabodebek/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan telah mengumpulkan pejabat negara untuk rapat mengenai light rail transit (LRT).

Rapat yang diagendakan pukul 14.30 WIB ini dihadiri oleh Kepala Badan Pengatur Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono, Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Arie Yuriwin.

Kepala BPTJ Bambang Prihartono mengatakan rapat LRT yang dipimpin Luhut Binsar Panjaitan ini membahas mengenai pembebasan serta TOD Dukuh Atas, Jakarta.


"Evaluasi pembebasan lahan sama pertemuan LRT Adhi Karya dan Jakpro yang di Dukuh Atas," kata Bambang di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Rabu (23/5/2018).

Dia bilang, pembangunan TOD Dukuh Atas ini juga memisahkan antara jalur LRT Jakarta dengan Jabodebek. Pemisahan jalur juga sebagai syarat pembangunan TOD.


"TOD nanti yang bangun MRT, penyelenggara MRT, desain macam-macam ada transitnya, ada comercial areanya ada permukiman, office-nya," jelas dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengadaan Tanah Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) Arie Yuriwin mengatakan, pembebasan lahan proyek LRT Jabodebek sudah mencapai 80%.


"Sudah 80%. Tinggal 2 lokasi yang belum tahapan pengumuman sama pembayaran," kata Ari.

Beberapa titik yang belum terbebas itu antaranya lahan untuk depo LRT di Bekasi, Jawa Barat yang saat ini juga sudah dilakukan penetapan lokasi.

"Sehingga untuk depo dan trase bisa kita selesaikan kira-kira Agustus Minggu kedua," tutur Ari. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed