Mudik Pas Lebaran? Ini Tips Aman Berkendara di Tol Fungsional

Mudik Pas Lebaran? Ini Tips Aman Berkendara di Tol Fungsional

- detikFinance
Minggu, 03 Jun 2018 18:42 WIB
Mudik Pas Lebaran? Ini Tips Aman Berkendara di Tol Fungsional
Jakarta - Lebaran tinggal menghitung hari. Mudik pun menjadi salah satu rutinitas yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia.

Adapun untuk mendukung kegiatan mudik tahun ini, pemerintah ikut mendorong dengan menyambungkan ruas tol dari Jakarta hingga Surabaya sepanjang 661 km agar memudahkan akses distribusi.

Namun dari panjang ruas tersebut, sepanjang 520 km telah beroperasi dan sisanya baru beroperasi secara operasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu, ruas tol fungsional diprediksi beroperasi hingga malam hari agar mengurai kemacetan yang terjadi.

Dirangkum detikFinance, Minggu (3/6/2018) ini tips agar aman saat berkendara di tol fungsional:

1. Tips Aman Mudik Lewat Tol Fungsional

Foto: Rifkianto Nugroho
Tol fungsional adalah tol yang belum beroperasi secara komersil dan kondisi pada umumnya masih di bawah standar tol operasional atau yang sudah berbayar. Sehingga wajar saja, pengendara harus hati-hati berkendara di jalan tersebut.

Pakar Kebijakan Publik Agus Pambagyo mengatakan pada dasarnya pengemudi yang menggunakan jalur fungsional harus disiplin beristirahat setiap dua jam sekali. Pasalnya, berkendara di jalur tol dinilai lebih berat dibandingkan jalur arteri.

"Kita harus disiplin karena di jalan tol ini sangat melelahkan dan beda dari jalan arteri. Standarnya 2 jam dia harus istirahat tapi kan kayaknya susah diterapkan Indonesia jadi harus menerapkan rest area yang baik jangan sampai membuat kemacetan-kemacetan lain," katanya di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (2/6/2018).

Kemudian, ia mengingatkan pengendara harus berhati-hati terkait penerangan di ruas tol fungsional. Oleh karena itu ia berharap pemerintah ikut melakukan pengawasan.

"Soal penerangan itu harus dijaga oleh korlantas di jalan fungsional khususnya itu jalannya ada yang menanjak 10 meter di bawah ada rumah. Aparat harus membantu publik supaya mengurangi kecelakaan karena ini jadi rawan," sambungnya.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pandu Yunianto mengimbau masyarakat agar memperhatikan rambu serta kendaraan sebelum berkendara di tol fungsional.

"Menggunakan jalan tol perhatikan kembali batas kecepatan saat memasuki jalan fungsional karena ada batas maskimum yang ditentukan rambu-rambu. Kemudian sebelum berangkat kami imbau untuk pemudik cek kondisi kendaraan mulai dari BBM diisi penuh dan ban," jelasnya.

"Perhatikan kondisi fisik pengemudi. Kemudian juga untuk mengatasi kemacetan, bawa perbekalan minum atau makanan kecil tolong disiapkan. Dan yang terakhir sepanjang perjalanan patuhi petugas ikuti yang diperintahkan," pungkasnya.

2. Hindari Kemacetan, ke Bandara Bisa Pakai Kereta

Foto: (KLIA)
Kemacetan lalu lintas menuju Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) diprediksi meningkat saat mudik Lebaran nanti. Nah, kereta bandara bisa menjadi solusi mengurai kemacetan.

Direktur Operasional dan Teknis Angkasa Pura II Djoko Murjatmodjo mengatakan mudik Lebaran bisa meningkatkan kemacetan menuju Bandara Soetta. Pasalnya, di luar musim mudik Lebaran kondisi lalu lintas tersebut sudah mengalami kemacetan. Maka dari itu ia menyarankan pemudik menggunakan kereta bandara yang tersedia di Stasiun BNI City.

"Untuk Soetta traffic sudah sangat tinggi, macet. Sekarang saja tanpa Lebaran sudah macet. Apalagi kalau Jumat sore dan Senin pagi. Nah sekarang kan sudah tersedia kereta bandara dari dan ke Bandara Soetta," katanya di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (2/6/2018).

Ia menjelaskan, saat ini kereta bandara telah memiliki jadwal yang tetap, yakni berangkat setiap menit ke 21 dan 45 dengan waktu kurang lebih 45 menit.

"Dari situ ke bandara kurang lebih 45 menit dan berangkatnya lebih 21 menit dan 51 menit. Jadi jam 7.21 WIB dan 7.51 WIB ada keberangkatan. Tarif pun masih sama Rp 70 ribu lebih simpel naik kereta api. Nanti juga di Bandara ada fasilitas penghubung ke terminal, ada skytrain," imbuhnya.

Ia pun mengingatkan kepada para pemudik untuk berangkat lebih awal dari waktu keberangkatan. Hal ini agar menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

"Hanya yang kami harapkan agar tidak terlambat kalau naik kereta mohon 2 jam sebelumnya sudah berangkat karena cek in sudah dibuka dari 2 jam sebelum keberangkatan. Jadi mudah-mudahan tidak ada hambatan," pungkasnya.

3.Petugas Bandara Baka Wara-Wiri Bantu Check-In Pesawat

Foto: Eva Safitri/detikcom
Check-in diperlukan untuk setiap keberangkatan menggunakan pesawat dan bisa dilakukan langsung di Bandara atau menggunakan fasilitas web check-in. Musim Lebaran ini pun bisa membuat antrean check-in semakin berekor.

Direktur Operasional dan Teknis Angkasa Pura II Djoko Murjatmodjo mengatakan pada dasarnya keperluan check-in tidak hanya bisa dilakukan langsung di bandara. Namun juga bisa melalui aplikasi.

"Check-in tidak harus ke bandara. Check-in bisa dari rumah buka website airlines atau aplikasi Indonesia Airport. Jadi bisa check-in di luar," katanya di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (2/6/2018).

"Kalau nggak bisa, nggak punya internet silakan datang ke bandara karena di bandara ada petugas costumer service yang mondar-mandir membawa printer kecil dan HP tinggal sebutkan nomor reservasi dan langsung diprint," sambungnya.

Selain itu, kata Djoko pihaknya juga memiliki mesin self-check-in di mana penumpang pesawat tidak perlu melakukan antre dan bisa sendiri melakukannya.

"Kita menambah tidak hanya sekadar nambah check-in counter, sekarang kita punya self-check-in di sana ada kaya kios di sana bisa check in sendiri masukin nomor registrasi kode boking dan tinggal milih seat langsung keluar," jelasnya.

Sementara itu, ia memperkirakan bakal ada peningkatan jumlah pengguna counter check-in kala mudik Lebaran nanti hingga 10%.

"Kira-kira sekitar 10% (peningkatan) dari tahun lalu. Tahun lalu dari periode lebaran itu 6,1 juta. Tahun ini proyeksi 6,7 juta itu seluruh bandara AP II," tutupnya.

4. Mudik Pakai Bus Tahun Ini Dijamin Lebih Baik

Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengklaim telah menyiapkan sebanyak 49 ribu bus umum untuk menekan angka pemudik kendaraan pribadi. Demikian diungkapkan oleh Direktur Lalu Lintas Perhubungan Darat Pandu Yunianto.

Adapun jumlah bus tersebut disiapkan di 47 terminal seluruh Indonesia.

"Untuk bus umum menyiapkan 49.616 unit. Dari sisi prasarana, disiapkan di 47 terminal untuk melayani ini antarprovinsi," katanya di Warung Daun, Jakarta, Sabtu (2/6/2018).

Ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak sungkan menggunakan kendaraan umum karena pihaknya menjamin kondisi dari setiap bus yang berkendara tersebut.

"Kami mengharapkan masyarakat jangan ragu lagi pakai bus karena sudah lebih bagus ditambah bus kelas premium dan sarana jalan tol ini menggunakan bus ini bisa dijamin. Jadi nggak usah milih-milih bus karena selagi bisa laik jalan ya jalan jangan pilih favorit atau langganan," tegasnya.

Selain itu, untuk mendorong koneksi antardaerah pihaknya juga bekerjasama dengan angkutan lokal agar beroperasi. Dengan begitu penumpang bus dapat dengan aman sampai di kampung halaman.

"Untuk interkoneksi mendorong balai transportasi darat karena yang darurat kan untuk menyediakan angkutan lokal biasanya nggak ada di terminal. Jadi dengan menyiapkan angkutan pendukung dari terminal bisa ke daerahnya langsung," ungkapnya.

Sementara itu, untuk tarif bus ekonomi pihaknya mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah. Sedangkan tarif bus non ekonomi ditetapkan sesuai mekanisme pasar.

"Untuk bus ini tidak dikenal tarifnya tapi dikasih tarif batas bawah dan atas. Tarif ini hanya berlaku bagi ekonomi tapi kalau selain itu ditetapkan mekanisme pasar," tutupnya.

Sekadar informasi, pemudik angkutan pribadi diperkirakan lebih tinggi dibandingkan angkutan umum. Pengguna bus diperkirakan hanya sebesar 8 juta sedangkan motor 8,5 juta dan mobil 3,7 juta.
Halaman 2 dari 5
(Puti Aini Yasmin/dna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads