Follow detikFinance
Rabu, 06 Jun 2018 15:05 WIB

Kereta Cepat Kuala Lumpur-Singapura Batal Dibangun, Ini Untung Ruginya

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Halaman 1 dari 5
Foto: thestar.com.my Foto: thestar.com.my
Jakarta - Rencana pembangunan kereta cepat yang menghubungkan Kuala Lumpur dan Singapura dibatalkan. Dibatalkannya rencana pembangunan tersebut membuat potensi pengembangan beberapa hal tertunda.

Malaysia mengatakan pihaknya membatalkan pembangunan rel kereta cepat sepanjang 350 kilometer (km) dengan biaya sekitar US$ 17 miliar. Jika terealisasi, kereta cepat ini selesai di 2026 dan akan menghubungkan Kuala Lumpur dengan Singapura.

Meskipun Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad berjanji untuk meninjau investasi selama kampanyenya pada awal tahun, namun pengumuman pembatalan ini relatif tiba-tiba pasca perencanaan yang sudah dilakukan beberapa tahun.


Singapura sampai saat ini belum menerima keputusan resmi dari Malaysia tersebut. Menteri Transportasi Singapura mengatakan negara itu terus mengeluarkan biaya karena menunggu keputusan dari pemerintah Malaysia.

Ketika selesai, kereta cepat ini diharapkan mampu mempersingkat waktu perjalanan antara dua titik yang saat ini membutuhkan lebih dari empat jam dengan mobil menjadi hanya 90 menit.

Meskipun konstruksi untuk proyek belum dimulai, pembatalannya kemungkinan akan berdampak pada bisnis yang terkait dengan proyek tersebut.

Berikut selengkapnya. (ara/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed