Follow detikFinance
Sabtu, 23 Jun 2018 10:17 WIB

Kata Jokowi soal Infrastruktur yang Tak Melulu Hanya Ekonomi

Hendra Kusuma - detikFinance
Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto: Muhajir Arifin/detikcom Presiden Joko Widodo (Jokowi)/Foto: Muhajir Arifin/detikcom
Denpasar - Dalam kunjungan kerja di Bali, agenda awal yang dilaksanakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah memberikan kuliah umum di Institut Senin Indonesia (ISI) Denpasar.

Jokowi yang tiba di Gedung Cita Kelangen ISI Denpasar pada pukul 09.02 WITA ini langsung disambut oleh sorakan peserta kuliah umum yang merupakan mahasiswa dan mahasiswa ISI Denpasar, serta beberapa mahasiswa dari kampus lain di Bali.

Begitu masuk ruangan, para peserta pun diminta berdiri, tidak sedikit banyak peserta yang membidikkan kamera smartphone ke arah orang nomor satu di Indonesia ini.


Usai mendengarkan laporan dari Rektor ISI Denpasar I Gede Arya Sugiharta, Presiden Jokowi langsung memberikan kuliah umum. Dia menceritakan pembangunan infrastruktur yang sudah banyak dilaksanakan pemerintah tak melulu hanya untuk ekonomi.

Jokowi bilang, pembangunan infrastruktur selama tiga tahun ke belakang ini juga sebagai alat mempersatukan budaya di Indonesia.

"Tolong jangan dimaknai sebagai infrastruktur fisik semata, jangan pula hanya dimaknai hanya pembangunan ekonomi semata, ini banyak keliru, pembangunan infrastruktur fisik adalah penting untuk infrastruktur budaya," kata Jokowi di Gedung Cita Kelangen Institut Kesenian Indonesia (ISI) Denpasar, Sabtu (23/6/2018).

Jokowi mengungkapkan, pembangunan infrastruktur seperti jalan tol, jembatan, bandara, pelabuhan, jalan di perbatasan menjadi modal mengintegrasikan 714 suku yang masing-masing memiliki budaya yang berbeda-beda.

"Sehingga dapat memajukan kesenian masyarakat, semakin meningkatkan keadilan, yang membuat peradaban bagi bangsa Indonesia, pembangunan infrastruktur juga langkah stratgis menghadapi dunia yang begitu berubah ccepat," tambah dia.


Selain itu, orang nomor satu di Indonesia ini juga meminta kepada seluruh mahasiswa jurusan seni di Indonesia untuk bisa memanfaatkan beragam budaya sebagai modal usaha kreatif.

"Teruslah berkreasi, teruslah memegang teguh semangat hidup, temukan inspirasi dari keragaman budaya lokal untuk mengembangkan UKM bidang seni, menjadi pemersatu bangsa, jadikan karya seni sebagai sumber energi kemajuan peradaban bangsa," ungkap dia. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed