Follow detikFinance
Sabtu, 23 Jun 2018 15:47 WIB

Prabowo Tuding LRT Palembang Kemahalan, Bagaimana LRT Jakarta?

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Foto: Dok. Jakpro Foto: Dok. Jakpro
Jakarta - Biaya pembangunan light rail transit (LRT) di Indonesia dinilai kemahalan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Biaya pembangunan LRT Palembang sepanjang 24 km yang sebesar Rp 10,9 triliun dituduh di-mark up atau dibesar-besarkan lantaran biaya rata-rata pembangunan LRT di dunia menurutnya hanya sekitar US$ 8 juta atau Rp 112 miliar (Rp 14.000).

Lantas, bagaimana dengan biaya pembangunan LRT lainnya seperti LRT Jakarta yang dibangun oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro)?

Nilai investasi pada proyek LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Velodrome sepanjang 5,8 km sendiri sebesar Rp 6,8 triliun. Jumlah tersebut juga mencakup biaya pembangunan dari depo yang seluas 12 hektar (ha).

Direktur Utama Jakpro Satya Heragandhi menjelaskan bahwa dalam menghitung nilai pembangunan LRT harus dilihat dari berbagai aspek. Mulai dari perencanaan, konstruksi, hingga komponen-komponen yang digunakan dalam pembangunan itu sendiri.

"Jadi begini, kalau kita bicara secara keseluruhan, itu kan komponen biayanya ada beberapa macam. Komponen pertama ialah terkait dengan pengerjaan sipil, sipil ini yang terkait dengan elevated atau non elevated," kata Satya kepada detikFinance, Jakarta, Sabtu (23/6/2018).

"Kalau elevated itu kita mengacunya dengan pembangunan tiang-tiang, viaduct, dan sebagainya itu. Lalu kemudian di atasnya elevated itu komponen kedua ada komponen system. Komponen system itu ada rail, ada signaling system, ada transmission electrical, dan sebagainya. Terus kemudian ada lagi komponen depo," sambungnya.


Satya menjelaskan, untuk LRT Jakarta tidak serta-merta dapat membagi nilai investasi Rp 6 triliun dengan panjang 5,8 km rute Kelapa Gading-Velodrome. Sebab, nilai investasi itu juga termasuk pembangunan depo seluas 12 ha. Dia bilang, depo LRT tersebut untuk melayani total panjang 110 km yang dibangun bertahap dalam beberapa koridor.

Sehingga, kata Satya, bila dihitung secara keseluruhan maka nilai pembangunan LRT Jakarta tak lebih dari US$ 40 juta per km.

"Sehingga depo yang kita bangun untuk melayani seluruh jakarta tadi disetarakan dengan yang lain-lain, kurang lebih perkilometer kita itu ada di sekitar di bawah US$ 40 juta per km," katanya.

Nilai tersebut pun telah dihitung dan ditentukan sejak awal proyek dimulai. Dalam penghitungan itu, Jakpro dan sejumlah pihak terkait melakukan perbandingan-perbandingan harga dalam membangun sebuah proyek LRT.

"Jadi dari sejak awal proyek ini dilakukan, itu kita sudah memiliki basic desain yang mengandung komponen harga, bahkan jadi sebelum proses pengadaan dimulai. Jadi kita sudah punya perbandingan-perbandingan komponen ini seperti apa harganya, dan ini semua membuat proses pengadaan kita memang benar-benar sudah hitungannya," tuturnya.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed