Fahri Sebut Tiang LRT Mahal, Menhub: Bukan untuk 1-2 Tahun

Fahri Sebut Tiang LRT Mahal, Menhub: Bukan untuk 1-2 Tahun

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 25 Jun 2018 22:36 WIB
Fahri Sebut Tiang LRT Mahal, Menhub: Bukan untuk 1-2 Tahun
Menhub Budi Karya Sumadi/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjawab komentar Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah soal tiang penopang lintasan light rail transit (LRT). Tiangnya yang tinggi-tinggi dianggap memakan biaya mahal. Apa jawaban Menhub?

Menhub menegaskan pembangunan LRT dengan lintasan layang atau elevated, lengkap dengan tiang-tiangnya sudah diperhitungkan matang.

"Saya yakin walaupun LRT dibangun sebelum saya jadi menteri, perhitungan-perhitungan untuk menjadikan elevated sudah dipikirkan secara matang," kata Budi Karya saat ditemui usai halalbihalal di rumah dinas Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Jakarta, Senin (25/6/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Budi mengatakan LRT dibangun elevated karena berorientasi jangka panjang. Dengan struktur layang, LRT lebih mudah dikembangkan ke depannya.

"Kita membangun bukan untuk satu tahun, dua tahun, tetapi bisa menjadi proyek 100 tahun kemudian, dimana LRT akan banyak cabang-cabang dan Jakarta akan dijadikan conection MRT, LRT, BRT, supaya orang berlalulintas tidak gunakan kendaraan pribadi saja," lanjutnya.

Budi pun mengatakan pembangunan LRT yang dibangun di permukaan tanah memang lebih murah, tapi konstruksi elevated jauh lebih unggul.

"Ya kalau bukan orang teknis itu, kalau di flat, at grade (permukaan tanah), itu kan crossing (persilangan). Kalau crossing maka kereta tidak maksimal, terjadi kemacetan dan sebagainya," tambahnya.


Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengaku ikut curiga dan menduga ada mark up di proyek pembangunan light rapid transit (LRT) di Indonesia. Dia mempertanyakan kenapa tiang LRT tinggi-tinggi.

"Curiga saya itu. Orang curiga. Saya juga curiga," kata Fahri Hamzah, di DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (25/6/2018).

Menurut Fahri, pembangunan LRT di Indonesia terlihat ganjil. Keganjilan menurutnya pada pembangunan tiang pancang LRT yang disebutnya terlalu tinggi. (hns/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads