Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 01 Agu 2018 20:00 WIB

Ini Bukti SBY Pernah Sarankan Jokowi Tunda Bangun Infrastruktur

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (Sahaya Anisa/detikcom) Foto: Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (Sahaya Anisa/detikcom)
Jakarta - Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku sudah sejak lama menyarankan pemerintah agar menahan diri dalam membangun proyek-proyek infrastruktur. Presiden Joko Widodo memang berencana untuk menunda sebagian proyek-proyek infrastruktur.

"Saya dengar pemerintah akan tunda sebagian proyek infrastruktur, guna selamatkan ekonomi kita. Hal ini sudah lama saya sarankan," cuit SBY dalam akun twitternya, Rabu (1/8/2018).

Di cuitan setelahnya, SBY mengaku ikut mendukung keputusan itu. Sebab menurutnya melalui kebijakan itu pemerintah menunjukkan keberpihakannya terhadap rakyat.


Ternyata, SBY memang pernah menyinggung hal ini 2 tahun lalu. SBY mengingatkan pemerintah untuk menunda pembangunan infrastruktur bila ekonomi sedang lesu.

Menurut catatan detikFinance, SBY memang pernah menyatakan hal itu saat menemui audiensi kelompok masyarakat di Pati, Jawa Tengah pada 16 Maret 2016.

Awalnya SBY berbicara tentang sinkronisasi kebijakan pemerintah pusat dan daerah. Lalu dia mulai menyinggung pemerintah Jokowi-JK yang sangat aktif membangun proyek infrastruktur.

SBY juga menyebut bahwa jangan sampai kebijakan pemerintah dalam membangun infrastruktur berdampak pada program-program yang langsung menyentuh masyarakat. Seperti soal pemberian subsidi.


"Saya tidak setuju subsidi dihilangkan semua untuk membangun infrastruktur semata-mata. Infrastruktur sangat penting, di era saya juga begitu, kita bangun besar-besaran. Jangan sampai APBN diserap habis, atau terlalu banyak yang dibawa ke infrastruktur lantas untuk membantu rakyat kecil jadi tidak ada," kata SBY.

"Bapak ingin ada subsidi pestisida setelah subsidi pupuk, silakan disampaikan ke Menkeu, Mentan, menteri terkait. Saya tidak bisa menjawab sekarang karena saya bukan lagi presiden, tapi nanti kami teruskan. Nanti biar para menterinya mikir, presiden mikir dan itu harus karena untuk rakyat," tambah SBY.

Pada dasarnya, kata SBY, Partai Demokrat mendukung program pembangunan besar-besaran yang tengah dilakukan pemerintahan Presiden Jokowi. Hanya saja SBY menyebut jangan sampai hajat besar tersebut melupakan persoalan-persoalan kecil lainya.

"Saya mengerti, bahwa kita butuh membangun infrastruktur. Dermaga, jalan, saya juga setuju. Tapi kalau pengeluaran sebanyak-banyaknya dari mana? Ya dari pajak sebanyak-banyaknya. Padahal ekonomi sedang lesu," imbuh dia.

SBY punya saran sebagai mantan presiden yang pernah memimpin Indonesia selama 10 tahun. Yakni dengan mengurangi pengeluaran dari pemerintah. Ia menyatakan pembangunan besar tidak semuanya harus selesai dalam waktu dekat.

"Kalau ekonomi sedang lesu, dikurangi saja pengeluarannya. Bisa kita tunda tahun depannya lagi, nggak ada keharusan harus selesai tahun ini. Indonesia ada selamanya. Sehingga jika ekonomi lesu, tidak lagi bertambah kesulitannya. Itu politik ekonomi," ujarnya. (zlf/zlf)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed