Follow detikFinance
Kamis, 02 Agu 2018 11:54 WIB

Jokowi Tunda Bangun Infrastruktur, Bagaimana Proyek Strategis?

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Andhika Prasetia/detikcom Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) berencana menunda pekerjaan sebagian proyek besar dengan tujuan mengurangi impor dan menyeimbangkan neraca dagang sehingga rupiah terselamatkan.

Dengan menekan impor, maka kebutuhan akan mata uang rupiah di dalam negeri pun semakin tinggi dibandingkan dengan dolar Amerika Serikat (AS). Hasilnya, mata uang garuda menguat.

Namun, apakah hal itu berlaku juga pada proyek strategis nasional (PSN)?

Direktur Program Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Rainer Haryanto mengatakan sampai saat ini pihaknya masih melakukan evaluasi terhadap seluruh PSN.

"Kami memang monitor dan sedang mempelajari dampak PSN terhadap ekspor impor baru-baru ini," kata Rainer saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Kamis (2/8/2018).


Sampai saat ini terdapat 222 PSN dan 3 program tambahan. Angka tersebut merupakan hasil evaluasi yang dilakukan KPPIP dari 2016 dan tertuang dalam Perpres 58 Tahun 2017.

Menurut Rainer, evaluasi komponen bahan baku impor di PSN belum sampai pada tahap keputusan mana saja proyek yang akan ditunda atau dilanjutkan.

"Kami sedang kumpulkan data dahulu dari semua, mengapa ada kenaikan impor," ungkap dia.

Dia memastikan, seluruh PSN yang telah tertuang dalam aturan yang berlaku selalu memperhatikan kondisi ekonomi makro nasional.

"Sejak dari awal, kita perhatikan kondisi makro Indonesia dalam mendorong PSN," tutup dia.



Saksikan juga video '14 Proyek Dicoret dari Proyek Strategis Nasional':

[Gambas:Video 20detik]

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed