Menteri PUPR Sebut Pulau Jawa Kritis Air Bersih

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Kamis, 23 Agu 2018 15:10 WIB
Ilustrasi Air Bersih (Foto: Muhammad Iqbal)
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyebut kondisi air di pulau Jawa kritis. Hal itu dikarenakan ketidakseimbangan antara penduduk dan lingkungan.

Basuk menjelaskan pada dasarnya pulau Jawa hanya memiliki potensi ketersediaan air 4,2% di Indonesia. Namun, harus menanggung 57,5% dari total penduduk.

Hal ini membuat air di Pulau Jawa hanya mencapai 1.200 m3 per kapita per tahun. Dibangingkan angka kebutuhan air minimal 1.609 m3 per kapita per tahun.

"Kondisi ini mengakibatkan ketersediaan air per kapita di Pulau Jawa hanya 1.200 m3 per kapita per tahun, jauh di bawah kebutuhan ketersediaan minimum air, yaitu 1.600 m3 per kapita per tahun. Dari segi ketersediaan air, Pulau Jawa sudah dalam kondisi kritis," kata dia di Auditorium LIPI, Jakarta, Kamis (23/8/2018).



Padahal, kata Basuki, bila membandingkan ketersediaan air di pulau Papua jauh lebih besar daripada di pulau Jawa. Namun sayang potensi tersebut belum dioptimalkan.

"Di sisi lain, pulau Papua memiliki ketersediaan air sebesar 295.551 m3 per kapita per tahun. Gambaran ini menunjukkan pentingnya upaya kita untuk mengoptimalkan potensi ketersediaan air di indonesia," jelasnya.

Sementara itu, pihaknya terus berupaya untuk mengatasi persoalan tersebut dengan menetapkan 35 wilayah pengembangan strategis (WPS). (dna/dna)