Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 27 Agu 2018 16:51 WIB

Ini yang Dibahas Jokowi dengan Para Konglomerat Milenial

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) siang ini bertemu dengan para 'konglomerat milenial' di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Para konglomerat ini merupakan anak pengusaha kelas kakap Indonesia. Apa yang dibicarakan?

Diketahui Jokowi membahas mengenai perbaikan transaksi berjalan atau current account deficit (CAD) yang sekitar 3%.

Jokowi mengatakan, perekonomian nasional harus diperkuat untuk menghadapi ketidakpastian global yang belum tahu kapan akan selesai.

Ketidakpastian global yang dimaksud adalah perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan China, ditambah lagi krisis perekonomian Turki.


"Waktu saya ketemu Presiden Bank Dunia, Presiden Kim, saya tanya langsung gimana kira-kira prospek pertumbuhan ekonomi maupun keadaan ekonomi global secara umum, apa saranmu kepada Indonesia? Dia ngomong tidak punya saran, semuanya sulit diprediksi," kata Jokowi di Istana Merdeka, Senin (27/8/2018).

Dengan proyeksi tersebut, Jokowi pun menyebut bahwa hal yang bisa dilakukan adalah memperbaiki perekonomian dalam negeri. Di depan 26 anak pengusaha kelas kakap ini, Jokowi meminta ikut serta 'konglomerat milenial' di Indonesia membenahi CAD.

"Ini memang sudah lama sekali yang tidak diperbaiki, saya kira kita akan fokus di sana, termasuk terutama juga di neraca perdagangan," ujarnya.

Upaya yang dilakukan pemerintah membenahi CAD, dengan menghemat devisa melalui program mandatori pemanfaatan biodiesel 20% (B20). Jokowi bilang, dari program tersebut pemerintah bisa hemat sekitar US$ 11 miliar.


"Hal-hal seperti ini yang nggak pernah kita hitung secara detail tapi yang lain-lain juga sama, jadi kita nggak konsentrasi ke misalnya pariwisata," tambah dia.

Selain itu, Jokowi juga menjelaskan bahwa keseimbangan primer dikelola dengan baik oleh pemerintah. Pemerintah menargetkan keseimbangan primer lepas dari zona defisit.

Keseimbangan primer adalah selisih antara penerimaan dikurangi belanja yang tidak termasuk pembayaran utang. Keseimbangan primer biasanya anggaran yang berasal dari utang untuk membayar bunga utang.

"Saya kira kalau kita bisa menyelesaikan ini dalam, saya yakin dalam setahun ini saya yakin kita bisa selesaikan," tutup dia. (hek/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed