Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar mengatakan, progres tersebut terdiri dari progres konstruksi elevated (layang), dan progres konstruksi underground (bawah tanah).
"Ini kira kira yang kita bangun progres konstruksi 94,42% depo dan elevated section, di bawah tanah 97,53%, overall 95,97%," katanya dalam konferensi pers di kawasan Stasiun MRT Jakarta Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (28/8/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita masih punya beberapa bulan, kalau menuju 1 Maret 2019 jumlah hari kalender 184 hari. Ini yang akan kita selesaikan menuju tanggal itu," sebutnya.
Seiring dengan penyelesaian pekerjaan konstruksi, MRT Jakarta juga tengah melakukan uji coba kesesuaian sistem (System Acceptance Test/SAT).
"Ini dimulainya fase testing and commissioning test, Agustus 2018, proses integrasi sistem. Kalau lihat kereta lalu-lalang itu adalah sebuah proses yang dimulai 9 Agustus sistem acceptance test," tambahnya.
Saksikan juga video 'Cihui! MRT Jakarta Tak Lama Lagi Beroperasi':











































