Pelabuhan Tanjung Perak Dikembangkan Jadi Smart Port

Moch Prima Fauzi - detikFinance
Kamis, 30 Agu 2018 21:28 WIB
Commercial and Operational Director Pelindo III, Mohammad Iqbal/Foto: Dok Pelindo III
Jakarta - Pelindo III mengembangkan konsep smart port untuk meningkatkan efisiensi arus logistik di Kota Surabaya. Konsep ini terungkap dalam seminar yang digelar Pelindo III bertajuk International Maritime Leadership.

"Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, sebagai pelabuhan dengan rute pelayaran terbanyak di Nusantara, mengembangkan berbagai inovasi untuk meningkatkan efisiensi, sehingga tidak membebani arus logistik Kota Surabaya," ujar Commercial and Operational Director Pelindo III, Mohammad Iqbal dalam keterangan tertulis, Kamis (30/8/2018).


"Kini Pelindo III sedang bertransformasi dengan slogan Beyond Port of Indonesia, yang artinya mengembangkan berbagai layanan untuk menjadi solusi terbaik bagi kebutuhan logistik di Indonesia. Transformasi ini juga menjadi momen yang tepat untuk menggandeng institusi pendidikan seperti STC International dan STIAMAK Barunawati untuk bekerja sama mendidik calon pemimpin maritim bangsa di masa depan," imbuh dia.

Konsep smart port yang dijelaskan Iqbal, ditandai dengan membangun flyover akses Terminal Teluk Lamong, persiapan penerapan e-RTG yang efisien di Terminal Petikemas Surabaya, layanan energi listrik untuk kapal sandar (shore connection) di BJTI Port, hingga membuat aplikasi Home Terminal yang menyatukan empat layanan utama untuk vessel services, port activities, logistics, and container management.

"Aplikasi ini membawa era baru pada layanan kepelabuhanan yang mudah, simple, dan transparan. Akan memangkas kebutuhan perantara yang tidak perlu. No more hanky-panky at the port," tegasnya.

Seminar tersebut menghadirkan pembicara dari pakar maritim dan logistik asal Belanda, STC International, yakni Capt. Albert Bos dan A. A. Hofman, dan akademisi dari STIAMAK Barunawati Ismi Rajiani.

Hofman mempresentasikan pengembangan Pelabuhan Rotterdam di Belanda sebagai contoh pengembangan pelabuhan sebagai pemimpin dalam pengembangan kawasan, termasuk kota. Ia menjelaskan, awalnya di era 1960an pelabuhan hanya berfungsi sebagai tempat bongkar muat barang. Lalu pada 1980an menjadi pelabuhan yang mendukung sektor industri dan berkembang menjadi bagian penting dalam rantai pasok logistik.

"Di masa depan pelabuhan harus berkembang menjadi smart port yang terintegrasi dengan pengembangan kota untuk menjadi smart city. Pengembangan smart port bisa dimulai segera oleh pelabuhan-pelabuhan yang menjadi hub-port (pelabuhan penghubung) bagi banyak wilayah," kata Hofman.

Sementara Capt. Bos juga menjelaskan, bahwa pemimpin masa depan harus fleksibel, inovatif, dan siap untuk berkompetisi dengan terminal-terminal lain di dunia. Ketiga hal tersebut yang diharapkan ada pada figur pemimpin baru.

"Saya rasa itulah mengapa Pelindo III terus mendorong edukasi maritim, baik melalui event seminar ini dan bagaimana mereka telah mengirim puluhan karyawannya ke universitas-universitas maritim dunia," ujar Bos.


Iqbal pun membenarkan hal tersebut, ia mencontohkan bagaimana Pelindo III mengelola STIAMAK Barunawati untuk berperan menjadi laboratorium inovasi-inovasi di bidang kepelabuhanan.

"Untuk menghadapi tantangan bisnis, terutama sektor maritim yang melibatkan banyak pihak, untuk menjadi pemimpin, kita harus menjadi pemimpin untuk diri kita sendiri terlebih dahulu. Semakin produktif kita membawa diri, semakin besar manfaat yang kita berikan pada komunitas kita," pesannya.


Saksikan juga video 'Gandeng Tiga Perusahaan, Pelindo III Garap Proyek Rp 1 Triliun':

[Gambas:Video 20detik]

(ega/hns)