Tekan Biaya Logistik, Pelindo III Produksi Peti Kemas Mini

Akfa Nasrulhaq - detikFinance
Kamis, 30 Agu 2018 22:45 WIB
BoD Pelindo III mendampingi Presdir PMS (Pelindo III Group) Eko Harijadi Budijanto (kanan depan) bersama Dirkeu Silog Retno Sulistyowati usai menandatangani kerja sama produksi MiniCon di Surabaya, Rabu (29/8).Foto: Dok Pelindo III
Jakarta - Pelindo III siap memproduksi MiniCon atau peti kemas mini merah putih dengan menggandeng Semen Indonesia Logistik (Silog) yang sudah berpengalaman di bidang fabrikasi baja. Inovasi logistik yang praktis dan efisien karena dapat dilipat dan berukuran sepertiga lebih kecil. Tiga MiniCon dapat dimuat sekaligus ke dalam satu peti kemas ukuran 20 TEUs.

"MiniCon merupakan inovasi Pelindo III sebagai solusi atas permasalahan real di lapangan pada industri layanan logistik di Tanah Air. Pelindo III melalui anak usahanya, PT Pelindo Marine Service (PMS) melakukan sinergi BUMN dengan menggandeng Silog yang sudah berpengalaman di bidang fabrikasi baja. Harus kita dorong, ini saatnya. Kapan lagi ada peti kemas Merah Putih?" kata Engineering and ICT Director, Pelindo III, Husein Latief di RS PHC Surabaya, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/8/2018).


Husein menjelaskan MiniCon dalam peti kemas dapat dibongkar langsung saat mencapai distribution center sehingga bisa langsung diangkut ke truk. Kemudahan tersebut mampu menghapus biaya pekerja dan handling di gudang lokal. Maka diharapkan, pada skenario terbaik proses distribusi bisa lebih cepat 2 sampai 3 hari, sehingga pengiriman door to door juga lebih cepat. Biaya logistik pun lebih efisien di daerah-daerah yang cocok mengimplementasikan MiniCon.

Direktur Keuangan Silog, Retno Sulistyowati, mengapresiasi kepercayaan yang diberikan pada Silog untuk memproduksi hasil inovasi Pelindo III tersebut. Ia mengungkapkan bahwa produksi MiniCon merupakan kerja sama kedua di antara Pelindo III dan Silog. Sebelumnya sudah terjalin di bidang angkutan.


"Kami berharap ada kerja sama selanjutnya, Silog siap di bidang forwarding, pelayaran, dan distribusi semen. Semoga sinergi BUMN ini bermanfaat bagi bangsa," ujar Retno.

Dalam kesempatan yang sama, entitas usaha lainnya dari Pelindo III Group, yakni RS Port Halth Center (PHC) Surabaya, juga menyepakati kerja sama dengan Pertamina terkait pembangunan First Aid Clinic di wilayah operasi Region V BUMN migas nasional itu. Pelindo III sebagai operator terminal dan operasional bongkar muat mengelola First Aid Clinic di sejumlah pelabuhan di Indonesia.


Sementara itu, Dirut PT PHC, dr. Agus Akhmadi menjelaskan bahwa PHC telah ditunjuk oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebagai Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3). Sesuai dengan UU Ketenagakerjaan No. 1 tahun 1970, bahwa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) karyawan suatu perusahaan menjadi tanggung jawab perusahaan pemberi kerja.

"Penunjukkan tersebut sesuai dengan syarat yang ditentukan yaitu memiliki dokter yang bersertifikat Hiperkes dan Dokter Pemeriksa Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi. First Aid Clinic yang dikelola PHC di wilayah operasional Pelindo III dilayani dengan perawat yang kompeten, bersertifikat Hiperkes, PPGD, ATLS dan ACLS. Maka mampu memberikan pertolongan tingkat pertama (penyelamatan) sebelum pekerja yang kecelakaan dirujuk ke fasilitas kesehatan yang lebih tinggi," jelas Agus.


Saksikan juga video 'Gandeng Tiga Perusahaan, Pelindo III Garap Proyek Rp 1 Triliun':

[Gambas:Video 20detik]

(ega/hns)