Ini Proyek-proyek Infrastruktur yang Terkena 'Amukan' Dolar AS

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Jumat, 31 Agu 2018 15:25 WIB
Foto: Fadhly F Rachman
Jakarta - Nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) sedang tinggi-tingginya. Hal pun berdampak terhadap nilai proyek-proyek infrastruktur yang menggunakan material impor.

Direktur Operasi II Adhi Karya Pundjung Setya mengatakan ada sejumlah proyek infrastruktur yang masih banyak menggunakan material impor. Contohnya di proyek perkeretaapian.

"Kalau di kereta kan ada pekerjaan signaling sistem. Itu kan masih teknologinya masih teknologi luar," kata Pundjung kepada detikFinance, Jakarta, Jumat (31/8/2018).

Selain itu, kata Pundjung, proyek infrastruktur kelistrikan seperti pembangkit juga biasanya banyak yang menggunakan komponen impor. Belum banyak material yang diperlukan proyek-proyek tersebut yang sudah diproduksi dalam negeri.


"Untuk proyek-proyek power plant misalnya, untuk turbin itu kan masih impor. Jadi untuk material-material yang belum diproduksi lokal dan harus mandatory impor, itu yang buat efeknya ke konstruksi cukup lumayan," kata dia.

Lebih dari itu, Pundjung menjelaskan sejatinya setiap proyek infrastruktur memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) dan material impor yang berbeda-beda. Semakin banyak material impor yang digunakan, maka tingginya dolar AS akan semakin berdampak terhadap proyek.

"Kalau materialnya dalam negeri ya selama komponen impornya kecil, ya pengaruhnya juga kecil," tuturnya.

(fdl/ang)