ADVERTISEMENT

Cegah Mogok Lagi, Operasi LRT Palembang Besok Dipangkas 2 Jam

Raja Adil Siregar - detikFinance
Rabu, 05 Sep 2018 18:20 WIB
Foto: Raja Adil Siregar
Jakarta - Kereta light rail transit atau LRT Palembang, Sumatera Selatan akan ada pembatalan keberangkatan selama 2 jam esok hari. Berhentinya 'ular besi' ini lantaran ada rangkaian simulasi yang harus dipenuhi.

Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida menyebut kereta mulai berhenti operasi alias melakukan simulasi pukul 13.00-15.00 WIB, hari Kamis (6/9/2018) besok. Hal Ini sebagai upaya kelancaran agar kereta tidak mogok lagi.

"Simulasi untuk mengatasi gangguan di jalur LRT. Operasional kereta dibatalkan selama 2 jam dalam mendukung upaya keselamatan dan kelancaran perjalanan LRT," terang Aida kepada detikFinance, Rabu (5/9/2018).

Setelah simulasi selesai, kata Aida, LRT akan kembali beroperasi secara normal. Dalam simulasinya, semua pihak terkait akan melakukan perbaikan sistem dan sarana pendukung.

"Kalau simulasi sudah selesai, Insyallah kereta akan kembali beroperasi seperti biasa. Selama simulasi kami juga telah menghimbau kepada masyarakat untuk mencari transportasi alternatif," imbuh Aida.



Sementara PPK LRT Palembang, Suranto menyebut selama simulasi semua pihak akan terlibat. Terutama petugas di bagian keamanan dan evakuasi penumpang.

"Kami akan coba menangani jalur kereta ketika ada gangguan, seperti kebakaran stasiun, bagaimana jika ada terjadi kereta mogok dan ketika penumpang diminta pindah kereta melalui walkway," terang Suranto.

"Khusus untuk besok simulasinya terkait perbaikan jalur, jadi ketika ada jalur yang bermasalah petugas harus seperti apa. Ini semua harus dipersiapkan, termasuk evakuasi saat listrik mati," sambungnya.

Dalam simulasi selama 2 jam, operator rencananya akan membatalkan seluruh jadwal keberangkatan kereta dari Depo ke Stasiun Bandara. Sehingga petugas diminta supaya dapat menyesuaikan tugas agar tak mendapat komplain dari penumpang.

"Besok akan diminta pembatalan jadwal keberangkatan karena ada gangguan di jalur LRT. Tapi dalam simulasinya tidak ada penumpang, nah petugas ini harus bekerja bagaimana seandainya ini nanti terjadi," kata Suranto.

"Yang terlibat dalam simulasi, kontraktor, LEN, KAI, Waskita dan pihak terkait yang ada di operasional LRT. Jadi nanti kita bisa ukur secepat apa teman-teman ini menangani kalau ada gangguan. Selain itu juga untuk mengantisipasi hal-hal yang sudah terjadi agar tidak terjadi lagi," tutupnya.

(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT