Follow detikFinance
Senin, 10 Sep 2018 20:47 WIB

Proyek Jakarta Loop Line Dikaji untuk Ditunda Demi Rupiah

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Ilustrasi Loop Line/Foto: Tim Infografis, Kiagoos Auliansyah Ilustrasi Loop Line/Foto: Tim Infografis, Kiagoos Auliansyah
Jakarta - Pemerintah akan menunda beberapa proyek infrastruktur demi menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Selama ini bahan baku untuk proyek infrastruktur masih impor dan biayanya dalam dolar AS.

Menurut Ketua Tim Pelaksana Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Wahyu Utomo proyek yang dikaji antara lain Jakarta loop line atau kereta layang dan kereta api di Kalimantan.


Wahyu menjelaskan proyek kereta api memerlukan bahan baku dari luar negeri. Sementara jika membangun Jakarta Loop Line, di sisi lain ada proyek light rail transit (LRT) dan mass rapid transit (MRT) yang sedang berjalan.

"Kita lihat juga, kereta api kan juga kandungannya tinggi, itu juga kita mau review lah. Misalnya Jakarta ada juga minta loop line, tapi kan ada LRT, MRT kita mau lihat itu semua," jelas dia di Gedung Nusantara II, DPR, Jakarta, Senin (10/9/2018).


Wahyu menambahkan untuk proyek kereta api di Kalimantan hingga kini belum selesai pembahasannya.

"Ya itu (proyek kereta di Kalimantan) juga kan belum beres-beres ya, nanti dilihat juga," kata Wahyu.


Sebelumnya, pemerintah sudah menunda proyek listrik 15.200 megawatt. Proyek ini merupakan bagian dari program 35.000 megawatt. Kebijakan ini akan membuat menghemat biaya impor sebesar Rp 149 triliun. (hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed