Satu Terowongan Tol Cisumdawu Sudah Tembus Bukit

Sumedang - detikFinance
Kamis, 13 Sep 2018 17:30 WIB
Foto: Achmad Dwi Afriyadi
Sumedang - Proyek pembangunan dua terowongan Jalan Tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) hampir rampung. Satu terowongan sebelah kiri sudah tembus.

Pantauan detikFinance, Kamis (13/9/2018) di lokasi pembangunan terowongan, dari dua trowongan yang saat ini sedang di bangun satu di antaranya sudah menembus bukit.

Terowongan itu memiliki panjang sekitar 472 meter menembus bukit yang berada di perbatasan Desa Cigendel, Kecamatan Sumedang Selatan dan Desa Pemulihan, Kecamatan Pemulihan, Kabupaten Sumedang.

detikFinance juga berkesempatan masuk ke dalam terowongan dan menyusurinya dengan berjalan kaki. Di dalam terowongan tersebut terlihat para pekerja masih sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.


Kasatker Tol Cisumdawu, Wida Nurfarida, mengatakan satu dari dua terowongan sudah menembus bukit.

"Untuk satu terowongan sudah tembus pada Tanggal 31 Juli 2018 ini, sesuai target kita lebih cepat dari perkiraan," kata Wida di lokasi pembangunan terowongan.

Wida berujar untuk satu trowongan lainnya ditargetkan selesai akhir Bulan Oktober atau rampung pada awal Bulan November mendatang.

"Terowongan yang satu lagi akan kami selesaikan akhir Bulan Oktober atau awal November," ujarnya.

Ia mengungkapkan dalam pelaksanaan pembangunan terowongan itu, pihaknya tidak menemukan hambatan yang cukup berarti. Wida mengklaim setiap ada hambatan, pihaknya dapat menangani dengan baik.

"Sampai saat ini mudah-mudahan tidak ada kesulitan lagi, tinggal sisa 80 meter lagi. Mudah-mudahan dari sisa 80 meter ini kita tidak menemukan kesulitan dalam pelaksanaan," ucapnya.

Wida menambahkan hingga saat ini pembangunan terowongan itu sudah mencapai 80%.

"Terowongan sudah hampir selesai, sekitar 80%," kata Wida..

Dia menjelaskan fase dua pembangunan Jalan Tol Cileunyi Sumedang Dawuan (Cisumdawu) sudah mencapai 55 persen. Wida menuturkan, hingga saat ini pihaknya masih menemukan kendala pembebasan lahan.

"Masih ada tanah yang belum di bebaskan, ada tanah satu yang masih di konsinyasi di Pengadilan Begeri Sumedang, belum keluar surat penetapannya," tuturnya.



Tanah itu tersebar di lima desa yang ada di Kecamatan Rancakalong.

"Empat desa sudah masuk appraisal dan satu lagi masih dalam tahap sedang menunggu diumumkan, itu Desa Sirnamulya," kata Wida.

Menurutnya, tim TP4D sudah turun ke lapangan dan saat ini sudah dalam proses pembebasan. Pembangunan jalan tersebut terus dipercepat.

"Kita terus melakukan percepatan. Sudah dikatakan kepada Bupati Sumedang terpilih, kita diminta mempercepat hingga akhir Maret 2019, khususnya di fase dua," ujarnya.

"Cuman syaratnya, pembebasan lahan harus sudah selesai akhir September ini. Sudah terima kondisi lahan seratus persen terselesaikan," ucap Wida menambahkan. (dna/dna)