Jokowi Mengaku Jadi Avengers, 'Markasnya' Ada di Papua

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Selasa, 18 Sep 2018 11:12 WIB
Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta - Masih ingat dengan pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara World Economic Forum di Vietnam minggu lalu? Saat itu Presiden Jokowi mengaku akan memerangi 'Thanos' yang dikenal sebagai sosok antagonis dalam film superhero produksi Marvel.

Jokowi pun menyebut dirinya dengan sebutan Avengers, yang di dalam film Marvel dikenal sebagai kelompok penyelamat dunia yang berseberangan dengan Thanos. Jokowi mengatakan ia dan rekan 'Avengers' lainnya siap berperang melawan Thanos.

[Gambas:Video 20detik]




Thanos yang dimaksud Jokowi sendiri adalah perilaku sesat bahwa, untuk meraih kesuksesan, yang lain harus kalah. Namun terlepas dari itu, tokoh Avengers yang mewakili diri Jokowi ternyata punya 'markas' asli di dunia nyata.

Markas yang dimaksud adalah Monumen Kapsul Waktu di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Desain monumen kapsul waktu tersebut menyerupai logo Avengers di film yang menjadi lawan Thanos.

Jokowi Mengaku Jadi Avengers, 'Markasnya' Ada di PapuaFoto: Istimewa/Kementerian PUPR

Dilihat dari atas, bentuk monumen kapsul tersebut menyerupai huruf A yang dikelilingi oleh sebuah lingkaran. Selain perbedaan huruf A yang lebih simetris, desain tersebut persis seperti logo Avengers yang ada di Menara Tony Stark (tokoh Iron Man dalam Marvel), markas para Avengers.


Dikutip detikFinance dari data Kementerian PUPR, Selasa (18/9/2018), pembangunan kapsul waktu itu dilakukan sejak tahun 2016. Pembangunannya terdiri atas beberapa tahap.

Lokasi monumen berada di depan Kantor Bupati Merauke dan dekat Bandara Mopah sehingga akan menjadi landmark baru Kabupaten Merauke yang dapat dilihat saat pesawat mendarat. Kapsul waktu ini nantinya akan diisi mimpi dan harapan anak-anak Indonesia akan Indonesia 70 tahun mendatang yang dibawa secara estafet mulai dari Aceh ke seluruh provinsi dan berakhir di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua.

Jokowi Mengaku Jadi Avengers, 'Markasnya' Ada di PapuaFoto: Istimewa/Kementerian PUPR
(eds/ara)