Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 18 Sep 2018 11:30 WIB

Begini Sejarah 'Markas Avengers' yang Dibangun Jokowi di Papua

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Istimewa/Kementerian PUPR Foto: Istimewa/Kementerian PUPR
Jakarta - Sebuah monumen kapsul waktu yang mirip dengan logo Avengers dalam film Marvel tengah dibangun di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua. Monumen kapsul waktu yang mirip logo Avengers tersebut saat ini tengah ramai diperbincangkan lantaran bertepatan dengan pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut dirinya adalah Avengers pada acara World Economic Forum di Vietnam.

Logo Avengers yang ada di Menara Stark atau markas Avengers dalam film produksi Marvel tersebut memang tampak mirip dengan monumen kapsul waktu tersebut. Desainnya menyerupai huruf A dengan kaki panjang yang dikelilingi lingkaran.

Monumen kapsul waktu sendiri merupakan monumen yang di dalamnya ada sebuah kapsul yang berisi tulisan mimpi dan harapan anak-anak Indonesia akan Indonesia 70 tahun mendatang. Kapsul waktu tersebut dibawa secara estafet mulai dari Aceh ke seluruh provinsi dan berakhir di Kabupaten Merauke, Provinsi Papua.

"Ide pembangunan monumen untuk menyimpan Kapsul Waktu berasal dari Presiden Jokowi pada HUT ke-70 Kemerdekaan Indonesia tahun 2015 dan akan dibuka kembali pada 70 tahun mendatang. Kebetulan saya hadir saat dimulai di Sabang dan ikut menerima di Kalimantan Timur dan Merauke. Kami ditugasi membangun monumen untuk menyimpan Kapsul Waktu yang akan dibuka pada tahun 2085," kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono beberapa waktu lalu, seperti dikutip dari keterangan resmi, Selasa (18/9/2018).


Lokasi monumen berada di depan Kantor Bupati Merauke dan dekat Bandara Mopah sehingga akan menjadi landmark baru Kabupaten Merauke yang dapat dilihat saat pesawat mendarat. Luas monumen yang mirip logo Avengers ini mencapai 2,5 ha, terdiri dari 1 ha area monumen dan 1,5 ha digunakan sebagai alun-alun.

Desain arsitektur monumen dibuat oleh arsitek kenamaan Indonesia Yori Antar yang juga terlibat dalam desain arsitektur infrastruktur PUPR lainnya. Angka 17, 8, dan 45 dipilih menjadi angka-angka kunci ukuran monumen. Monumennya memiliki lebar 17 meter, tinggi 8 meter dan panjang 45 m.

Monumen ini memiliki lima akses masuk. Kelima akses masuk bangunan tugu kapsul itu memiliki arti yakni lima suku asli Merauke yakni Malind, Muyu, Mandobo, Mappi dan Auyu yang menjaga tugu kapsul waktu itu.


Monumen ini bukanlah konstruksi biasa, tetapi merupakan karya seni sejarah yang diperuntukkan untuk generasi penerus bangsa. Arsitektur monumen juga mengadopsi unsur budaya Papua, di mana kapsul waktu akan ditempatkan di atas bangunan tugu yang terinspirasi dari menara perang Suku Dani.

Pembangunannya sendiri sudah dilakukan sejak tahun 2016 dan terbagi atas dua tahap. Pada tahap pertama pembangunan berupa pekerjaan pondasi, sedangkan sisa konstruksi dilaksanakan pada tahap kedua yang sudah dimulai sejak Juli 2017.


Adakah kaitannya dengan omongan Jokowi soal Avengers seperti di video berikut ini:

[Gambas:Video 20detik]

(eds/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed