Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 22 Sep 2018 11:20 WIB

RI Gandeng Spanyol Tingkatkan Teknologi Jalan dan Jembatan

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Dok. Kementerian PUPR Foto: Dok. Kementerian PUPR
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono berada di Madrid, Spanyol dalam rangka Business Indonesia Roundtable Meeting yang berlangsung Jumat, 21 September 2018. Pertemuan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kerja sama Indonesia-Spanyol baik pada level government to goverment (G2G) maupun business to business (B2B) khususnya di bidang pembangunan infrastruktur. Dari sisi kerja sama ekonomi Indonesia dengan negara-negara Uni Eropa, Spanyol menempati urutan keenam di bawah Belanda, Jerman, Inggris, Prancis dan Italia.

Sehari sebelumnya (Kamis, 20/9), Basuki melakukan pertemuan dengan pimpinan perusahaan konstruksi Centunion Group membahas peluang kerja sama teknologi jalan layang dan jembatan rangka baja untuk mendukung konektivitas antar wilayah di Indonesia. Dalam diskusi, Basuki mengatakan pembangunan infrastruktur termasuk jalan dan jembatan telah menjadi prioritas Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) untuk memangkas waktu tempuh dan biaya logistik sehingga akan meningkatkan daya saing nasional.

"Pembangunan jalan layang dan jembatan di Indonesia masih dominan menggunakan konstruksi beton seperti pembangunan Jalan Tol Layang Cikampek. Penggunaan konstruksi baja dalam pembangunan jalan layang dan jembatan sangat dimungkinkan" jelas Basuki dalam keterangannya, Sabtu (22/9/2018).


Kementerian PUPR memiliki pengalaman kerja sama dengan Spanyol dalam pembangunan jembatan rangka baja periode tahun 1999 hingga 2015 dengan nilai pinjaman 184,7 juta euro. Selain itu kerjasama pembangunan instalasi pengolahan air skala kecil dilakukan tahun 2016-Agustus 2018 dengan nilai 13,59 juta euro.

Centunion telah berpengalaman di Indonesia sejak tahun 1976 dalam telah terlibat dalam berbagai pembangunan infrastruktur dengan nilai sekitar 2,5 miliar euro. Beberapa kerjasama yang dilakukan antara lain proyek Dumai Hidrocraker Indonesia, Fatty Alcohol Plant, Cold Rolling Mill, Perkasa Cement Indonesia, dan penyediaan material rangka baja dalam pembangunan jembatan di Indonesia.

RI Gandeng Spanyol Tingkatkan Teknologi Jalan dan JembatanFoto: Dok. Kementerian PUPR

Basuki juga menyampaikan bahwa Indonesia terus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada proyek pembangunan infrastruktur. Saat ini TKDN dalam pembangunan infrastruktur yang dilakukan Kementerian PUPR mencapai 87%, bahkan untuk sektor perumahan seluruh semen dan pasir sudah mendekati 100%. Disamping itu Kementerian PUPR juga berkomitmen untuk menggunakan material produksi dalam negeri dalam pembangunan 330 jembatan gantung pada periode 2015-2019.

"Salah satu skema kerja sama yang perlu ditindaklanjuti adalah dengan memanfaatkan produk baja dari PT Krakatau Steel sebagai bahan baku untuk pembangunan jalan dan jembatan berstruktur baja di Indonesia. Keuntungannya selain TKDN kita terjaga, pelaksanaan bisa berlangsung lebih cepat dari sisi waktu dan lebih memperhatikan sisi estetika," ujar Basuki.

Pada sore hari, Basuki bertemu dengan pimpinan perusahaan Industrias Duero membahas potensi kerjasama dalam mendukung penyediaan perlengkapan keselamatan jalan (terutama road guardrail). Sebagai salah satu perusahaan terkemuka dunia di bidang perlengkapan keselamatan jalan yang berpengalaman selama 63 tahun dan telah menjual produknya ke 83 negara, Industrias Duero menjelaskan pentingnya fungsi pagar pengaman jalan dengan menggunakan bahan baja yang mampu meredam benturan kendaraan (impact absorption) mengingat tingginya angka kecelakaan lalulintas di jalan tol dan jalan nasional. Spesifikasi produk berbahan baja dapat meredam benturan keras dari kendaraan, sehingga diharapkan dapat mengurangi risiko korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas.


Basuki sangat mendukung penggunaan beragam teknologi dalam upaya meningkatkan keselamatan pengguna jalan, termasuk penggunaan bahan baja dengan spesifikasi tertentu sebagai pagar pengaman jalan.

"Salah satu Gubernur di Jawa sudah mulai menjajaki penggunaan teknologi pagar pengaman jalan dalam upaya mengurangi jumlah korban jiwa akibat kecelakaan lalu lintas. Adanya teknologi berbahan baja yang mampu meredam benturan kendaraan tentunya dapat menjadi salah satu pilihan dan perlu dikaji lebih lanjut efektivitasnya" pungkas Basuki.

Hasil pertemuan ini akan ditindaklanjuti melalui pembahasan yang lebih detil bersama BUMN terkait yang sebelumnya telah bekerjasama dengan Industrias Duero dalam pembangunan jalan tol pada ruas Balikpapan-Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur dan jalan nasional lainnya.

Turut hadir mendampingi Basuki, Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol Hermono, Dirjen Bina Konstruksi Syarif Burhanuddin, Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi AH, Direktur Operasi PT Wijaya Karya Agung Budi Waskito, Direktur Operasi PT. Brantas Abipraya Widyo Praseno Soegianto, dan Direktur Kerjasama Jasa Konstruksi Dewi Chomistriana. (ara/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed