Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 25 Sep 2018 16:51 WIB

Hong Kong-China Resmi Tersambung Kereta Cepat Bernilai Rp 159 T

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Dok. CNN Foto: Dok. CNN
Hong Kong - Jarak antara Hong Kong dan Cina kini tak terasa jauh lagi. Kedua wilayah itu kini dihubungi transportasi massal super cepat yakni kereta The Guangzhou-Shenzhen-Hong Kong Express Rail Link.

Kereta cepat yang baru saja beroperasi itu menghubungkan pusat keuangan dan perdagangan Hong Kong dengan kota-kota besar di China selatan seperti Guangzhou dan Shenzhen. Dengan kereta ini waktu tempuh dipangkas hingga 50%.

Kereta cepat berbiaya investasi US$ 11 miliar atau sekitar Rp 159,5 triliun (kurs Rp 14.500) ini menyambungkan China dan Hong Kong sepanjang 26 km.

Namun, kekhawatiran justru datang dari beroperasinya kereta ini. Kritik datang dari pihak Hong Kong tentang masalah otonomi dan yuridiksi Hong Kong.

"Terus terang, orang-orang Hong Kong telah membayar banyak untuk kereta ekspres ini, dan saya benar-benar ragu manfaat ekonominya," kata Anggota Parlemen lokal Tanya Chan, seperti dilansir dari CNBC, Selasa (25/9/2018).

Kritik ini muncul lantaran adanya Stasiun Kowloon Barat Hong Kong dari Area Port Daratan yang disewakan ke China dan dikelola oleh petugas imigrasi dan bea cukai China, di mana hukum Tiongkok diberlakukan. Beberapa orang menilai hal itu sebagai pelanggaran Hukum Dasar Hong Kong.

Hong Kong sebagai wilayah administrasi khusus Tiongkok memang memiliki hak atas ekonomi, mata uang dan sistem hukumnya. Perjanjian ini sudah ditetapkan selama 50 tahun.



Chan, mengatakan dia telah meminta pemerintah untuk memberi tahu dia berapa banyak orang China daratan yang akan bekerja di stasiun itu, tetapi belum menerima jawaban yang jelas. Menurut kabar di media diperkirakan sekitar 800 orang.

Pemerintah China berdalih penempatan sistem staf stasiun dimaksudkan untuk memaksimalkan kenyamanan bagi penumpang sehingga mereka dapat melalui prosedur Hong Kong dan Cina yang diperlukan di satu lokasi. Hong Kong telah membuat pengaturan serupa di perbatasan.

Sejak mandiri, Hong Kong memang melarang penduduk China Daratan untuk menetap di Hong Kong. Hong Kong juga memiliki polisi sendiri, meskipun dalam hal ketahanan negara masih dikontrol oleh China.

Pemerintah setempat memperkirakan rata-rata penumpang kereta cepat ini sekitar 80.000 penumpang per hari. Kemudian terus meningkat menjadi 95.000 penumpang per hari pada 2021.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed