Follow detikFinance
Kamis, 27 Sep 2018 15:17 WIB

Pelabuhan Kuala Tanjung Terbesar di Sumatera, Biayanya Rp 43 T

Selfie Miftahul Jannah - detikFinance
Foto: Niken Widya Yunita/detikcom Foto: Niken Widya Yunita/detikcom
Jakarta - Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung yang berlokasi di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara saat ini tengah dikebut. Pelabuhan Kuala Tanjung diproyeksi menjadi pelabuhan terbesar di wilayah barat Indonesia pada 2023 mendatang.

Pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung sudah dimulai sejak 2015 dan dibagi ke dalam empat tahap. Pembangunan tahap I berupa trestle dan dermaga yang mampu disandari mother vessel, lapangan penumpukan peti kemas berkapasitas 500.000 TEUs, dan tangki timbun. Tahap I direncanakan rampung pada tahun ini.

Tahap kedua berupa kawasan industri seluas 3.000 hektare yang akan menjadikan Kuala Tanjung sebagai international hub port (2016-2018). Lalu, tahap ketiga berupa pengembangan dedicated/hub port (2017-2019) dan tahap keempat merupakan pengembangan kawasan industri terintegrasi (2021-2023).

Biaya investasi untuk keempat tahap tersebut mencapai Rp 43 triliun. Biaya ini naik dari yang sebelumnya berkisar Rp 34 triliun.

"Anggaran Rp 43 triliun. Itu total sampai ultimate. Kita lihat pembangunannya nanti sampai 10- 15 tahun itu fase 1-4. Jadi kita melihat market kan kalau kita bangun sekaligus ya sambil tumbuh," kata Project Director Pelabuhan Kuala Tanjung, Saut Fransiswoyo dalam forum grup discusion (FGD) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat (27/9/2018).

Ia mengatakan segala pengerjaan sudah dilakukan untuk membangun Kuala Tanjung di tahap 1 yang saat ini sudah mencapai 98,9%. Selanjutnya akan dilanjutkan untuk finalisasi rencana pembangunan di tahap 2.

"Sisanya masih penyelesaian di mekanikal dan elektrikal (tahap I)" katanya.



Saut mengatakan biaya investasi tersebut memang belum final. Itu hanya berupa proyeksi jika memasukkan faktor kurs dolar AS, sesuai dengan waktu pembangunan pada tiap tahap.

"Tidak ada penambahan rencana pengembangan sampai fase ultimate. Itu bisa berbeda dari hasil studi kita, ada asumsi yang dibuat untuk penetapan kurs dolar itu sepeti yang sekarang ini akan berdampak pada ini. Pembangunan yang dilakukan di Kuala Tanjung ini kan per fase. Kalau sudah jadi, baru ada angka pastinya," jelas dia.

Adapun Pelabuhan Kuala Tanjung nantinya akan menjadi Pelabuhan Hub Internasional dan terdiri dari berbagai fungsi. Salah satunya yaitu menyediakan lahan untuk kawasan industri.

Direktur Perencanaan Pengembangan Pelindo 1 Iman Achmad Sulaiman menjelaskan, nantinya Pelabuhan Kuala Tanjung akan menjadi pelabuhan yang terintegrasi dengan kawasan industri.

"Dalamnya kita ingin terpadu pelabuhan ada peti kemas jetty dan kapasitasnya itu bisa 10 juta TEUs dengan luas 6000 meter," ujar dia.

Kapasitas Pelabuhan Kuala Tanjung nantinya disiapkan mencapai 20 juta TEUs yang akan ditingkatkan secara bertahap hingga tahun 2023.

"Kalau Kuala Tanjung itu 3.000 hektar akan ada beberapa terminal curah cair kering juga ada general kargo. Pembangunannya bertahap kebutuhan industri. Kawasan integrasi industri ini estimasi pembangunannya selama 10-15 tahun sudah sampai tahap ultimate volume 150 juta ton bisa dilayani Kuala Tanjung," papar dia.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed